Madiun (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi di Kota Madiun, Jawa Timur secara bulanan (m-to-m) pada Desember 2025 merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir, yakni sebesar 0,81 persen.
"Inflasi Kota Madiun m-to-m pada Desember 2025 sebesar 0,81 persen merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir, dimana pada Desember 2023 laju inflasi mencapai 0,23 persen dan Desember 2024 capai 0,43 persen," ujar Kepala BPS Kota Madiun Abdul Azis dalam keterangannya di Madiun, Selasa.
Tak hanya bulanan, inflasi secara tahunan atau y-o-y pada Desember 2025 juga yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir, dimana Desember 2025 mencapai 2,75 persen, Desember 2024 sebesar 1,31 persen, dan Desember 2023 capai 2,32 persen.
Menurutnya, laju inflasi Desember 2025 yang tertinggi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang terjadi serentak di akhir tahun. Di antaranya, harga emas dunia yang terus mengalami kenaikan sehingga mendorong kenaikan harga emas perhiasan.
Selain itu, Pertamina beberapa kali melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi karena menyesuaikan dengan harga minyak internasional tahun 2025, serta tingginya permintaan bahan makanan dan minuman ada momentum Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Meski demikian terdapat sejumlah penekan laju inflasi, di antaranya curah hujan yang cenderung rendah sehingga mendorong produksi beberapa komoditas hortikultura.
"Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau serta perawatan pribadi dan jasa lainnya selalu mengalami inflasi di bulan Desember dalam tiga tahun terakhir, dan tahun ini merupakan yang tertinggi, utamanya untuk cabai rawit, beras, dan emas perhiasan," katanya.
Azis menjelaskan, sejumlah komoditas kelompok pengeluaran yang memicu terjadinya inflasi di Kota Madiun antara lain masih tingginya harga cabai rawit, bawang merah, wortel, telur ayam ras, bensin, dan emas perhiasan.
Sedangkan komoditas kelompok pengeluaran yang menahan inflasi antara lain turunnya harga kacang panjang, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, sepatu pria, mentimun, apel, buncis, dan pisang.
"Gejolak inflasi pada tahun 2024 da 2025 di Kota Madiun cenderung landai, namun berada pada level cukup tinggi," katanya.
Dari dari 11 kabupaten/kota keseluruhannya mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Jember sebesar 0,86 persen (mtm) sedangkan inflasi terendah Kota Malang dan Kabupaten Tulungagung yaitu 0,56 persen (mtm).
Sementara, kota/kabupaten lain meliputi Kabupaten Gresik inflasi 0,85 persen, Kota Madiun 0,81 persen, Kota Surabaya 0,8 persen, Sumenep 0,78 persen, Kota Kediri 0,76 persen, Banyuwangi 0,71 persen, Kabupaten Bojonegoro 0,69 persen, Kota Probolinggo 0,57 persen, dan Kota Malang 0,56 persen.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.