Banyuwangi (ANTARA) - PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry Cabang Ketapang Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menerapkan pola operasi adaptif atau menyesuaikan pada momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry Windy Andale mengatakan manajemen Pelabuhan Penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) juga memperkuat pola operasi melalui konsolidasi nasional dengan Kementerian Perhubungan.
"ASDP bersama KSOP, BPTD dan instansi terkait lainnya menyiapkan manajemen antrean di pelabuhan termasuk opsi penambahan trip kapal," kata Windy Andale dalam keterangannya di Banyuwangi, Selasa.
Selain itu, lanjut Windy, ada pula rekayasa lalu lintas serta pengalihan kendaraan besar maupun kecil ke jalur alternatif bila dibutuhkan.
"Pola operasi adaptif ini diharapkan menjaga kelancaran perjalanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026," katanya.
Pada momentum libur Natal dan tahun baru ini, lanjut Windy, ASDP Cabang Ketapang memastikan seluruh layanan berjalan tertib, andal dan selaras dengan kebijakan regulator, khususnya KSOP dan BPTD di masing-masing wilayah.
Menurut dia, penyeberangan pada periode libur Natal dan tahun baru memiliki makna lebih dari sekadar perjalanan fisik, namun menjadi ruang untuk kembali berkumpul, merayakan kebersamaan dan membangun cerita baru.
"Oleh karena itu, kami menyiapkan rangkaian layanan berlapis agar masyarakat dapat melintasi Jawa-Bali dengan lancar, aman dan selamat," kata Windy.
Ia menyampaikan pengaturan jumlah kapal akan mengikuti tingkat kepadatan dan didukung penerapan sistem penundaan di area parkir.
"Kalau arus puncak diperkirakan pada 20–22 Desember dan 27–29 Desember 2025, sedangkan arus balik pada 3–5 Januari 2026," katanya.
