Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menilai kompetisi sepakbola pelajar putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) merupakan wadah mengembangkan sepakbola wanita.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat seusai menghadiri penutupan MLSC di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan untuk membentuk atlet yang tangguh dan kompetitif dibutuhkan ekosistem pembinaan berjenjang sejak usia dini dengan andil dari banyak pihak.
"Kami memiliki semangat untuk pengembangan talenta, tetapi dengan acara MLSC ini memberikan semangat baru bagi anak-anak itu sendiri dan sekolahnya," kata Wahyu.
Wahyu menyatakan setelah gelaran kejuaraan tersebut rampung pihaknya berkomitmen untuk melakukan tindak lanjut dengan membentuk kompetisi sepakbola antar sekolah yang dikhususkan bagi para siswi.
Kemudian melakukan pembenahan struktur sepakbola yang ada di wilayah Kota Malang.
Dengan cara itu, dia meyakini, Kota Malang akan melahirkan banyak bakat pesepakbola perempuan yang nantinya bisa memberikan kontribusi bagi prestasi tim nasional wanita Indonesia atau Garuda Pertiwi.
Selain itu, dukungan dari Pemkot Malang meliputi aspek beasiswa pendidikan SMP, bagi pelajar putri di jenjang sekolah dasar yang memiliki prestasi dalam bidang olahraga sepakbola.
"Nanti yang juara akan masuk SMP gratis dengan begitu akan menjadi semangat bagi sekolah yang memiliki murid dengan kemampuan sepakbola agar terus dibina," ucapnya.
Sementara itu, Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation Welly Arisanto mengatakan Kota Malang sudah menjadi salah satu daerah yang menjadi ikon sepakbola tanah air.
Hal itu terlihat dari animo peserta yang mengikuti ajang tersebut. Totalnya ada 1.918 pelajar dari 120 sekolah urun ambil bagian pada kompetisi yang dibagi ke dalam dua kategori usia, yakni 10 tahun dan 12 tahun.
"Ini menjadi langkah awal baik menggerakkan roda ekosistem pembinaan sepakbola putri sejak usia dini yang muaranya untuk melahirkan talenta sepakbola putri berbakat," ucapnya.
