Malang Raya (ANTARA) - Sebanyak 1.918 siswi sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) urun ambil bagian dalam penyelenggaraan kompetisi sepakbola putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Malang Seri 1 yang diselenggarakan di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, pada 11-16 November 2025.
Pencari bakat MLSC All Star Malang Heri Kiswanto di Kota Malang Jawa Timur, Sabtu, mengatakan kompetisi ini merupakan wadah untuk lebih mengenalkan sepakbola kepada para anak-anak perempuan.
"Apalagi Malang sudah dikenal dengan sepakbolanya untuk pria, sekarang kami memanfaatkan ini untuk mencari bibit pesepakbola wanita di Malang. Total ada 1.918 anak perempuan, hari ini semifinal," kata Heri.
Dia menyebut dari hasil pengamatan selama jalannya event sudah terlihat beberapa siswi memang memiliki kemampuan individu olah bola yang bagus, tapi dari segi permainan tim perlu ditingkatkan.
"Mungkin di tahun berikutnya mereka bisa bagus semua," ujarnya.
Di tempat yang sama, Program Director MLSC Teddy Tjahjono mengatakan Kota Malang memiliki sejarah panjang dan kultur sepakbola yang kuat, sehingga pihaknya mencoba mencari talenta pesepakbola putri dari wilayah itu.
"Ketika tahun ini kami memutuskan menambah jumlah kota, maka Malang pasti menjadi pilihan," katanya.
Sementara itu, salah seorang peserta MLSC Meida Kanza Putri (10) menyatakan mendapatkan banyak pelajar selama mengikuti kompetisi ini, tidak hanya soal materi mengenai sepakbola tetapi juga tentang bagaimana meningkatkan rasa percaya diri untuk memenangkan pertandingan.
Selain itu, dia menyebut mendapatkan pelajar tentang bagaimana memupuk sportivitas.
"Iya hasil 2-1 tapi tidak apa-apa itu pelajaran buat kami, ini pertama kali mengikuti kompetisi," ucap pelajar kelas 1 SD ini.
