Pemkab-DPRD Lumajang perkuat pengelolaan anggaran untuk rakyat
- 7 Mei 2026 21:17
Petani milenial memperlihatkan hasil panen selada air sistem hidroponik di Desa Curahpetung, Kedungjajang, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (12/10/2025). Berdasarkan keterangan petani, sejak hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) permintaan selada air dari petani lokal yang dijual dengan harga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram tersebut meningkat dua kali lipat dari sekitar 50 kilogram menjadi 100 kilogram per minggu untuk pasokan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan itu. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Petani milenial memanen selada air sistem hidroponik di Desa Curahpetung, Kedungjajang, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (12/10/2025). Berdasarkan keterangan petani, sejak hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) permintaan selada air dari petani lokal yang dijual dengan harga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram tersebut meningkat dua kali lipat dari sekitar 50 kilogram menjadi 100 kilogram per minggu untuk pasokan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan itu. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Petani milenial memperlihatkan selada air hasil panen sistem hidroponik di Desa Curahpetung, Kedungjajang, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (12/10/2025). Berdasarkan keterangan petani, sejak hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) permintaan selada air dari petani lokal yang dijual dengan harga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram tersebut meningkat dua kali lipat dari sekitar 50 kilogram menjadi 100 kilogram per minggu untuk pasokan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan itu. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.