Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mendorong karya disabilitas mendapat ruang yang setara di pasar, kemudian mengembangkan ekonomi kreatif pada pendekatan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
"Ekonomi kreatif tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi harus membuka ruang yang sama bagi seluruh pelaku usaha, termasuk penyandang disabilitas," kata Ketua Dekranasda Kabupaten Lumajang Dewi Natalia saat menghadiri Batik Bordir dan Asesoris Fair 2026 yang diselenggarakan Dekranasda Jawa Timur di Surabaya, Rabu.
Menurutnya karya dari penyandang disabilitas memiliki nilai kreativitas dan ketekunan yang tinggi, sehingga hal itu harus didorong agar memiliki ruang yang sama di pasar.
"Keterlibatan penyandang disabilitas dalam ekosistem ekonomi kreatif bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari upaya membangun sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan," tuturnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, diperlukan dukungan nyata, mulai dari akses pelatihan, pendampingan, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas.
"Yang perlu dipastikan adalah aksesnya. Ketika akses terhadap pasar, pembinaan, dan promosi dibuka, maka pelaku usaha disabilitas akan mampu tumbuh dan bersaing secara mandiri," katanya.
Menurutnya ajang pameran seperti Batik Bordir dan Asesoris Fair bukan hanya ruang promosi produk, tetapi juga menjadi referensi penting dalam membaca arah pengembangan ekonomi kreatif ke depan, termasuk bagaimana prinsip inklusifitas dapat diimplementasikan secara nyata.
"Pendekatan itu sekaligus mencerminkan pergeseran paradigma pembangunan ekonomi kreatif, dari sekadar mendorong produksi menuju penguatan ekosistem yang memastikan setiap pelaku memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang," ujarnya.
Dengan komitmen tersebut, lanjut dia, Dekranasda Lumajang berharap ke depan semakin banyak ruang yang terbuka bagi karya-karya penyandang disabilitas untuk masuk ke pasar yang lebih luas, sehingga ekonomi kreatif tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi manfaat secara merata bagi seluruh masyarakat.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026