Alhamdulillah, hari ini galeri dan toko DIKTA mulai soft launching

Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membuka akses ekonomi bagi disabilitas di wilayah itu, sebagai upaya membuka ruang inklusif sekaligus memberdayakan mereka, melalui peluncuran Toko dan Galeri DIKTA SuaR Kediri. 

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito, Selasa mengatakan kehadiran galeri itu sebagai wadah kolaboratif yang dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM di Kabupaten Kediri. Adanya ruang itu sekaligus mewadahi bagi pelaku UMKM disabilitas agar mampu berkembang dan mandiri.

“Alhamdulillah, hari ini galeri dan toko DIKTA mulai soft launching. Yang dulu mungkin secara mengenalkan usahanya, promosi usahanya masing-masing, dengan adanya toko dan galeri bisa secara kolektif berkembang bersama, saling bantu dan mempromosikan produk,” katanya saat peresmian di Destinasi Wisata Kranggan (DWK) Desa Kranggan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. 

Mbak Cicha sapaan akrabnya menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kediri selama ini terus memberikan ruang kepada pelaku UMKM melalui berbagai program pendampingan dan pelatihan, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Ia ingin agar para penyandang disabilitas pun juga lebih optimal untuk mengenalkan produknya. Mereka bisa berkarya sesuai dengan yang digeluti saat ini. Hasil karya mereka bisa dipajang dan dijual di toko dan galeri tersebut. 

“Dengan adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kediri, saya berharap bapak/ibu semua untuk terus menguatkan produk-produknya," kata dia. 

Mbak Cicha juga meyakini, adanya konsistensi dalam menghasilkan produk berkualitas akan menjadi daya tarik tersendiri, bahkan berpotensi menembus pasar nasional. Dengan itu, tingkat kesejahteraan mereka pun juga makin meningkat. 

“Doa saya semoga galeri DIKTA SuaR ini bisa istikomah, bisa laris terus, dan pada akhirnya teman-teman DIKTA bisa dikenal dengan produknya serta semakin sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Disabilitas Kediri Tangguh (DIKTA) Kediri Mochamad Sugianto mengatakan kehadiran toko dan galeri ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berkarya dan tangguh secara ekonomi.

“DIKTA lahir dari mimpi sederhana, berkarya tanpa batas, tangguh tanpa alasan. Kami percaya, disabilitas bukan penghalang untuk mandiri dan berprestasi,” kata Sugianto. 
 



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : A Malik Ibrahim

COPYRIGHT © ANTARA 2026