Budi daya bebek hibrida di Tulungagung

  • Rabu, 19 Maret 2025 17:18

Peternak menyortir DOD bebek hibrida yang baru menetas di sentra budidaya bebek hibrida Desa Sukorejo, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (19/3/2025). DOD bebek hibrida dengan harga jual Rp8500 per ekor itu kini lebih diminati peternak karena perawatan lebih mudah, murah dan hasilnya optimal dengan rentang masa penggemukan 40 hari sejak ditetaskan. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Peternak memanen DOD bebek hibrida yang baru menetas di mesin incubator atau meisn penetas di sentra budidaya bebek hibrida Desa Sukorejo, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (19/3/2025). DOD bebek hibrida dengan harga jual Rp8500 per ekor itu kini lebih diminati peternak karena perawatan lebih mudah, murah dan hasilnya optimal dengan rentang masa penggemukan 40 hari sejak ditetaskan. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Peternak menunjukkan DOD bebek hibrida yang baru menetas di sentra budidaya bebek hibrida Desa Sukorejo, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (19/3/2025). DOD bebek hibrida dengan harga jual Rp8500 per ekor itu kini lebih diminati peternak karena perawatan lebih mudah, murah dan hasilnya optimal dengan rentang masa penggemukan 40 hari sejak ditetaskan. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Peternak mengambil telur bebek di kandang sentra budidaya bebek hibrida Desa Sukorejo, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (19/3/2025). Ratusan telur bebek itu dikumpulkan lalu disortir dan konidisnya bagus dimasukkan ke mesin penetas (incubator) selama kurang lebih enam hari hingga menghasilkan DOD bebek hibrida dengan nilai jual Rp8500 per ekor. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Berita Terkait