Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur kini resmi memiliki Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) sektor administrasi pemerintahan dan pembangunan manusia tahap II yang dikukuhkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Pengukuhan itu dilakukan secara virtual dari Aula BSSN Sawangan Depok pada Senin. Dari Jawa Timur, kegiatan itu diikuti oleh tiga daerah meliputi Pemkab Probolinggo, Pemkab Lumajang dan Pemerintah Kota Surabaya.
"Keamanan siber merupakan kebutuhan mendesak yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat seluruh proses administrasi menuju integrasi digital dan data terpusat," kata Bupati Probolinggo Mohammad Haris di kabupaten setempat.
Bupati Haris didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin, Sekretaris Diskominfo Wahyu Hidayat serta jajaran kepala bidang dan pejabat fungsional.
"Konsep security cyber itu penting karena ke depan akan memasuki era digital. Hampir semuanya data satu pintu sehingga wajib diperhatikan agar keamanan kita cukup baik dan data-data terproteksi dengan baik,” katanya.
Bupati yang akrab dipanggil Gus Haris itu menjelaskan bahwa pengukuhan TTIS merupakan bagian dari kebijakan nasional yang harus didukung penuh oleh pemerintah daerah guna menjaga kepercayaan publik serta menjamin keamanan informasi pemerintah.
“Karena itu program pemerintah pusat, sudah pasti kami support. Itu juga demi kebaikan semuanya. Semoga niat baik itu terlaksana dengan baik dan berakhir dengan hasil terbaik,” tuturnya.
Keberadaan TTIS diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan daerah terhadap potensi serangan siber, kebocoran data hingga gangguan operasional sistem digital pemerintah. Selain itu, tim ini nantinya akan memperkuat koordinasi teknis dan respons cepat terhadap setiap insiden digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
