Bojonegoro (ANTARA) - Akademisi Universitas Bojonegoro (Unigoro) Jawa Timur mendorong keterlibatan pemerintah desa (pemdes) dan kelompok tani (poktan) di wilayah setempat untuk ikut mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi agar tepat sasaran.
"Pemdes dan poktan harus terlibat mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak diselewengkan," kata Dosen Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro (Unigoro), Fina Sulistiya Ningsih, SP., MP., di Bojonegoro, Jawa Timur, Senin.
Fina menyebutkan, permasalahan klasik dalam distribusi pupuk subsidi masih sering menjadi hambatan dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah ini.
Dari pengamatan, lanjut dia, ada oknum-oknum termasuk distributor yang sengaja menimbun dan mendistribusikan pupuk subsidi hanya di kalangan tertentu saja.
"Sehingga pengawasan distribusi harus dilakukan secara kerja sama yang terintegrasi dari pusat sampai daerah," jelasnya.
Menurutnya, persoalan seperti keterlambatan, ketidakmerataan dan ketidaktransparanan dalam penyaluran masih sering terjadi. Harus ada kesadaran dari pihak-pihak berkepentingan untuk menyalurkan pupuk subsidi karena sektor pertanian merupakan prioritas utama pemerintah.
Meski saat ini terdapat banyak pupuk alternatif berbahan organik, lanjutnya, tidak serta merta menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk subsidi berbahan kimia. Hal itu dikarenakan aplikasi pupuk organik tidak semudah menggunakan pupuk kimia.
"Kalau menggunakan pupuk kimia, petani bisa memprediksi kapan tanamannya mulai tumbuh hingga panen dengan cepat. Tapi kalau memakai pupuk organik, target pertumbuhannya tidak tidak bisa dikontrol seperti pupuk kimia,” kata Kaprodi Agribisnis Unigoro.
Akademisi minta pemdes dan poktan ikut awasi distribusi pupuk subsidi
Senin, 27 Oktober 2025 13:01 WIB
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro (Unigoro), Jawa Timur Fina Sulistiya Ningsih, SP., MP., (ANTARA/HO-humas Unigoro)
