Kediri (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, menyasar kalangan mahasiswa untuk memperkuat literasi keuangan mereka dengan Program OJK Mengajar, dengan harapan paham perilaku keuangan yang cerdas, legal dan logis di era digital.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman menjelaskan bahwa sektor pembiayaan memiliki peran strategis sebagai penggerak aktivitas ekonomi riil.

"Ini sekaligus pendukung pembiayaan produktif, serta pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," katanya dalam keterangan di Kediri, Jumat.

Agusman dalam kegiatan di Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri tersebut menyebutkan hingga Agustus 2025, total aset industri pembiayaan mencapai Rp1.046,94 triliun, dengan penyaluran pembiayaan sebesar Rp967,59 triliun, meningkat 4,35 persen (yoy).

Dari jumlah penyaluran pembiayaan sebesar Rp967,59 triliun tersebut, sekitar Rp160,63 triliun disalurkan kepada sektor UMKM. Angka tersebut mencerminkan komitmen industri pembiayaan dalam mendukung pelaku usaha kecil dan menengah di seluruh Indonesia.

Agusman juga menyoroti peran sektor pembiayaan dalam mendorong keuangan berkelanjutan (sustainable finance) melalui dukungan terhadap ekosistem kendaraan listrik.

“Per Agustus 2025, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik mencapai Rp19,45 triliun dengan lebih dari 285 ribu kontrak. Ini menunjukkan komitmen nyata industri pembiayaan dalam mendukung transformasi menuju ekonomi hijau,” kata dia.

Pihaknya juga menjelaskan fenomena pertumbuhan pembiayaan digital, termasuk skema Buy Now Pay Later (BNPL) yang menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 79,91 persen (yoy) dengan baki debet Rp18,22 triliun, disertai rasio NPF Gross 2,92 persen, masih jauh di bawah ambang batas 5 persen.

Agusman juga menekankan pentingnya prinsip “legal dan logis” dalam bertransaksi keuangan kepada mahasiswa.

“Legal berarti lembaga tersebut terdaftar dan diawasi oleh OJK, sedangkan logis berarti masyarakat menggunakan layanan keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” ujar dia.

Pihaknya berharap dengan kegiatan OJK Mengajar di Kediri ini bisa menjadi wadah interaktif antara OJK dan mahasiswa.

OJK berharap mahasiswa semakin memahami peran strategis sektor pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta pentingnya perilaku keuangan yang cerdas, legal, dan logis di era digital.

Sementara itu, Wakil Rektor II Uniska Kediri Nisa Mutiara menyampaikan apresiasi atas sinergi antara OJK dan dunia pendidikan dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa mampu memahami lembaga pembiayaan yang legal dan logis, sehingga dapat terhindar dari praktik keuangan ilegal serta mampu mengelola keuangan dengan bijak,” ujarnya.

 



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026