Kediri (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa gelaran Financial Festival (FinFest) 2025 pada Sabtu – Minggu (18-19/10), mampu mencatatkan nilai transaksi hingga Rp5,74 miliar.
Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri menegaskan bahwa FinFest 2025 bukan sekedar pameran, tetapi juga wadah kolaborasi untuk mewujudkan keuangan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
“Melalui FinFest ini, kami ingin memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama dalam memahami dan memanfaatkan layanan keuangan," katanya di Kediri, Rabu.
Ia mengungkapkan gelaran FinFest 2025 pada Sabtu – Minggu (18-19/10), mampu mencatatkan nilai transaksi pada lembaga jasa keuangan sebesar Rp5,74 miliar dengan jumlah pengunjung lebih dari 4.000 orang.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, kegiatan serupa berhasil mencatat transaksi keseluruhan (lembaga jasa keuangan dan UMKM) sebesar Rp3,24 miliar.
Pihaknya mengungkapkan bahwa OJK Kediri terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan masyarakat yang semakin cerdas finansial, berdaya saing, serta keuangan inklusif dan berkelanjutan.
FinFest 2025 juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang dilaksanakan secara nasional setiap bulan Oktober.
Dalam kegiatan tersebut, sekaligus menegaskan komitmen dari OJK Kediri untuk memperluas akses keuangan masyarakat menuju target inklusi keuangan nasional sebesar 91 persen pada 2025, 93 persen pada 2029, dan 98 persen pada 2045, sesuai arah pembangunan nasional dalam RPJMN dan RPJPN.
Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan FinFest 2025 yang menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan OJK Kediri dalam mendukung visi pembangunan Sapta Cita Kota Kediri.
“Semoga melalui ajang ini tercipta kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mewujudkan Kota Kediri yang Mapan,” ujar Wawali.
Dalam kegiatan FinFest 2025 tersebut menampilkan 32 booth lembaga jasa keuangan yang terdiri dari perbankan, asuransi, pembiayaan, penjaminan, dan pasar modal, serta 36 booth UMKM binaan lembaga jasa keuangan dan Pemkot Kediri.
Selain pameran, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai program menarik di antaranya edukasi keuangan bagi penyandang disabilitas, petani melon, ibu – ibu PKK dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), pelajar, dan mahasiswa.
Selain itu, ada juga Pemilihan Duta Literasi Keuangan 2025, kompetisi stocklab bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, lomba konten dan best costume dan berbagai kegiatan lainnya.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026