masyarakat akan semakin cakap dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara bijak
Kediri (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, gencar melakukan edukasi keuangan ke masyarakat, memastikan pemahaman keuangan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengemukakan edukasi dilakukan di seluruh lapisan masyarakat.
"Kegiatan edukasi dilakukan melalui berbagai metode untuk memperluas jangkauan, antara lain tatap muka langsung, video conference, serta talkshow interaktif di radio guna menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam," katanya di Kediri, Sabtu.
Ia menambahkan, hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) Tahun 2025 juga menunjukkan tren positif atas berbagai upaya yang telah dilakukan bersama para pemangku kepentingan.
Berdasarkan SNLIK 2025, indeks literasi keuangan meningkat dari 65,43 persen menjadi 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan melonjak dari 75,02 persen menjadi 80,51 persen.
“Peningkatan ini merupakan raihan yang membanggakan, namun pekerjaan kita belum selesai. Kami perlu lebih giat dalam memberikan edukasi agar target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada tahun 2045 dapat tercapai,” ujar Ismirani.
Ia menambahkan, OJK Kediri juga menjalankan sejumlah program edukasi tematik seperti "Sicantik (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan), edukasi kepada petani, nelayan, dan masyarakat wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), OJK Peduli (Penggerak Duta Literasi), edukasi kepada mahasiswa dan civitas academica, edukasi kepada kelompok penyandang disabilitas dan pekerja migran, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.
"Kami meyakini bahwa melalui edukasi yang masif dan kolaborasi lintas sektor, masyarakat akan semakin cakap dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara bijak," kata dia.
Ia menambahkan, OJK Kediri juga berkomitmen untuk terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui program yang intensif dan berkelanjutan guna mendukung tercapainya target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada tahun 2045. (*)
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026