Malang - Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli (FMP), mendesak rektor kampus itu Prof Dr Suparno melakukan klarifikasi terkait dugaan soal suap yang diterimanya sebesar Rp400 juta-Rp500 juta. "Kami minta rektor transparan dalam mengelola dana proyek di UM, termasuk adanya kasak-kusuk soal suap yang telah diterima dari tersangka kasus korupsi Nazaruddin dan Angelina Sondakh," kata koordinator FMP UM Nistra Yohan disela-sela unjuk rasa di depan gedung rektorat kampus setempat, Rabu. Unjuk rasa tersebut merupakan kelanjutan dari aksi sehari sebelumnya (Selasa, 13/11). Pada aksi sebelumnya antara mahasiswa dengan petugas keamanan nyaris ricuh karena pengeras suara para pengunjuk rasa dirampas oleh petugas keamanan. Hanya saja, meski unjuk rasa digelar untuk yang kedua kalinya, Rektor UM Prof Suparno kembali tidak mau menemui para pengunjuk rasa. "Sampai kapanpun kami akan melakukan aksi jika rektor tetap tidak mau menemui kami dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di kampus ini," tegasnya. Ia dan mahasiswa lainnya merasa malu atas tuduhan jika UM termasuk salah satu dari 16 universitas di Indonesia yang terlibat korupsi proyek kampus, bahkan rektor UM diduga telah menerima suap senilai ratusan juta rupiah. Bahkan, juga ada dugaan korupsi pada proyek pembuatan laboratorium Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) UM senilai Rp40 miliar lebih itu. "Kampus ini mencetak para pendidik, namun kenapa harus dikotori dengan korupsi dan rektor pun diduga menerima suap," tandasnya. Kasus dugaan korupsi di tubuh UM tersebut saat ini sedang ditangani Pengadilan Tipikor. Ada tiga karyawan dan dosen ditetapkan sebagai tersangka.(*)
Berita Terkait
Pameran buku BBW 2026 Surabaya hadirkan lebih dari lima juta judul
20 Januari 2026 17:23
Muhammad Nuh: Kepala Sekolah Rakyat harus utamakan kesetiaan memimpin
18 Januari 2026 11:04
Mensos ajak wali asrama Sekolah Rakyat Jatim berikrar kerja sepenuh hati
16 Januari 2026 19:47
Saat Isra Miraj, tiga mualaf ikrar masuk Islam di Masjid Al-Akbar
16 Januari 2026 17:39
DPRD Jatim dorong Pemprov susun kurikulum siaga bencana di sekolah
15 Januari 2026 17:13
