Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur bersama DPRD menyepakati pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
Namun, kepastian arah kebijakan fiskal masih menunggu sinkronisasi dengan besaran dana transfer dari pemerintah pusat, demikian disampaikan Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara usai mengikuti rapat paripurna DPRD Trenggalek, Selasa.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran secara tepat sasaran.
"APBD ini dinamis, sehingga bisa berubah sesuai kondisi di pusat. Tetapi prioritas infrastruktur akan tetap kami dorong karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," katanya.
Syah menyebut, masukan dari fraksi-fraksi DPRD disampaikan secara tertulis untuk dipelajari lebih detail bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Mekanisme itu dipilih agar proses penyusunan APBD lebih realistis dan sesuai dengan kondisi keuangan daerah.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menambahkan bahwa perubahan pola pembahasan APBD dilakukan untuk menunggu kepastian transfer pusat.
"Kalau kita membahas terlalu detail sementara dana transfer belum pasti, risikonya tidak sinkron. Maka jawaban bupati atas pandangan umum fraksi akan diberikan setelah rapat Banggar bersama TAPD," ujarnya.
Menurut Doding, sebagian fraksi menyoroti kebutuhan percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk melalui opsi pinjaman daerah.
Namun DPRD tetap menekankan pentingnya kehati-hatian agar struktur APBD tidak memberatkan kemampuan fiskal jangka panjang.
Selain infrastruktur, isu lain yang muncul dalam pandangan umum fraksi adalah pemerataan pembangunan antarwilayah, penguatan pelayanan publik, serta pengendalian belanja rutin agar lebih efisien. Semua catatan itu, kata Doding, akan menjadi bahan sinkronisasi dalam rapat anggaran.
Dengan skema ini, DPRD berharap proses penyusunan APBD 2026 tidak mengalami revisi berulang akibat perbedaan angka proyeksi daerah dengan kebijakan fiskal pusat.
"Yang pasti, kami ingin APBD 2026 benar-benar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat Trenggalek, tidak hanya fokus pembangunan fisik, tapi juga pelayanan yang lebih merata," tegas Syah.
