Surabaya - Pelajar se-Kota Surabaya membacakan ikrar anti-tawuran, anti-narkoba, anti-kekerasan saat upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober di halaman Balai Kota Surabaya, Senin. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan dukungannya dengan adanya ikrar pelajar yang bertujuan agar setiap pelajar harus bisa menjadi panutan bagi pelajar lain. "Pelajar memang harus memberikan pengaruh positif bagi teman-temannya. Pelajar Surabaya diharapkan juga harus berprestasi," katanya pada saat upacara Sumpah Pemuda di Balai Kota Surabaya. Menurut dia, pihaknya sudah memberikan fasilitas bagi pelajar agar pelajar bisa berprestasi, seperti halnya pemkot juga telah membantu pembangunan sarana prasarana olahraga agar para pelajar dan pemuda punya wadah berprestasi. Selain itu, lanjut dia, pihaknya melakukan kunjungan rutin ke sekolah-sekolah dengan harapan agar pelajar tidak terjerusmus pada hal-hal negatif, misalnya narkoba. "Pemkot sangat serius membina OSIS dan ketua kelas di setiap sekolah. Mereka diharapkan mampu memberi pengaruh positif bagi teman-temannya serta bisa menampung aspirasi terkait permasalahan remaja," papar Risma. Ikrar pelajar ini sendiri merupakan kelanjutaan dari kongres pelajar se-Surabaya beberapa waktu lalu. Saat itu sekitar 600 pelajar yang terdiri dari ketua OSIS SMP, SMA dan SMK mengikuti kongres pelajar yang diselenggarakan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya di gedung Wanita Jl. Kalibokor. Dari kongres ini, pelajar membentuk forum komunikasi pelajar se-Surabaya baik pelajar sekolah Negeri dan swasta dan menyatakan ikrar. Selain dibacakan di Taman Surya, secara bersamaan juga dibacakan di seluruh sekolah dalam peringatan Sumpah Pemuda. "Kegiatan ini diharapkan menjadi aktifitas baru yang positif bagi para pelajar di Surabaya," kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan. Menurutnya, Dispendik hanya memberikan fasilitas atas keinginan pelajar itu sendiri. Dengan terbentuknya Forum Komunikasi OSIS Surabaya (FORKOS), organisasi itu digadang-gadang akan menjadi suporter bagi pelajar lain berprestasi. Caranya, lanjut dia, melalui para ketua OSIS, mereka memiliki tanggung jawab untuk memotivasi teman-temannya ketika prestasi di sekolah menurun. "Tidak hanya itu, persoalan-persoalan lain juga bisa dibicarakan, misalnya tentang problem lingkungan kenakalan remaja," katanya. (*)
Berita Terkait
Anggota DPRD Jatim salurkan bantuan biaya pendidikan
30 Desember 2025 20:47
Dindik Jatim pastikan kesiapan sekolah-siswa hadapi SNBP 2026
29 Desember 2025 14:12
Syaiful Ma'arif terpilih pimpin IKA FH Unair periode 2025-2030
28 Desember 2025 20:25
Relawan UMSURA dirikan pos kesehatan di wilayah terisolir banjir
28 Desember 2025 09:17
Majelis Dzikir PP Nurul Ummah rangkul kampus dan ormas lokal
26 Desember 2025 17:26
IAF Surabaya perkenalkan "Indonesian Sufism" lewat Campus Expo
23 Desember 2025 20:23
Mahasiswa Ubaya ciptakan lukisan Natal dari persamaan matematika
22 Desember 2025 17:47
UMSURA buka 14 program beasiswa PMB 2026--2027
22 Desember 2025 17:30
