Teheran (ANTARA/IRNA/Xinhua-OANA) - Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan keprihatinan yang mendalam sehubungan dengan kembali meletusnya konflik antar-kelompok etnik di Myanmar. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast menegaskan perlunya penyelesaian dasar bagi konflik etnik di Myanmar, dan menyerukan penyelesaian cepat masalah tersebut. Ia juga menyerukan perlindungan dasar bagi umat Muslim di negeri itu oleh pemerintah. Menurut laporan Departemen Media Kementerian Luar Negeri pada Sabtu malam (27/10), sebagaimana dilaporkan IRNA --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad pagi, Mehmanparast menambahkan Republik Islam Iran siap membantu pemerintah Myanmar guna secara mendasar menyelesaikan konflik etnik dan agama di negeri tersebut. Juru bicara itu menyampaikan harapan bahwa tindakan pemerintah Myanmar dapat mengembalikan kedamaian yang langgeng dan hidup berdampingan antara umat Muslim dan masyarakat Buddha di Myanmar, serta terwujudkan kedamaian di wilayah tersebut. Kantor Presiden Myanmar telah mengeluarkan pernyataan yang berisi peringatan bahwa dalang konflik sektarian di Rakhine akan diseret ke pengadilan. Sejak kerusuhan sektarian meletus di Negara Bagian Rakhine pada Mei-Juni, pemerintah telah memberlakukan larangan keluar rumah di enam kotapraja yang dilanda kerusuhan dan belakangan mengumumkan keadaan darurat di Negara Bagian Rakhine. (*)
Berita Terkait
Junta Myanmar bantah korban sipil dalam serangan rumah sakit
13 Desember 2025 22:45
Indonesia repatriates 54 citizens rescued from Myanmar scam hub
13 Desember 2025 16:00
Kemlu kembali pulangkan 54 WNI dari perbatasan Myanmar-Thailand
13 Desember 2025 12:49
Kesempatan kedua, jangan disia-sia
12 Desember 2025 15:23
Prediksi susunan pemain timnas U22 Indonesia lawan Myanmar
12 Desember 2025 13:25
Indonesia hadapi Myanmar pada laga perdana beregu putri SEA Games 2025
6 Desember 2025 14:45
Junta Myanmar hancurkan seratusan pusat operasi "online scam"
11 November 2025 15:06
Pemberontak Myanmar umumkan gencatan senjata dengan junta
30 Oktober 2025 12:33
