Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Erma Susanti, meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Perum Bulog setempat untuk mempercepat distribusi beras guna menekan lonjakan harga di pasaran.
“Bulog harus intensif mengeluarkan berasnya dengan harga murah. Ada pergerakan harga dan di beberapa daerah harganya sudah naik,” kata Erma di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.
Menurut dia, harga beras premium dalam kemasan lima kilogram di pasaran telah mencapai Rp83 ribu, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Bulog sekitar Rp55 ribu.
Berdasarkan Sistem Ketersediaan Dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur pada 17 September 2025, harga beras premium tercatat mencapai Rp15.193 per kilogram naik dibanding pekan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp15.186 per kilogram.
Sementara untuk harga beras medium saat ini tercatat Rp13.004 per kilogram, yang naik jika dibanding pekan sebelumnya yang sebesar Rp12.974 per kilogram.
Erma menjelaskan kenaikan harga tersebut dipicu distribusi yang belum merata, pasokan yang tertekan akibat musim tanam, faktor cuaca, serta kendala logistik ke daerah-daerah.
Ia juga menyoroti penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dinilai belum optimal, dimana dari total alokasi 173.000 ton untuk Jawa Timur, realisasinya baru sekitar 5,73 persen.
Ia menambahkan, pihak Bulog memastikan bahwa stok mencukupi, misalnya di gudang Malang tercatat 68.000 ton dengan target penyaluran 23.000 ton hingga akhir tahun.
"Artinya masih surplus sekitar 45.000 ton, tapi distribusinya ke masyarakat belum lancar,” katanya.
Erma menegaskan perlunya langkah percepatan distribusi, operasi pasar, dan perluasan akses beras SPHP ke pasar tradisional maupun daerah terdampak lonjakan harga.
Menurutnya koordinasi Bulog dengan Disperindag Jatim harus diperkuat, jangan sampai masyarakat semakin kesulitan karena harga beras yang tak terkendali.
DPRD Jatim minta Bulog percepat distribusi beras untuk tekan harga
Rabu, 17 September 2025 13:49 WIB
Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Erma Susanti, saat akan mengikuri rapat paripurna di Surabaya, beberapa waktu lalu. (ANTARA/ HO - DPRD Jawa Timur)
Bulog harus intensif mengeluarkan berasnya dengan harga murah. Ada pergerakan harga dan di beberapa daerah harganya sudah naik
