Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa, menggelar Workshop Identifikasi dan Pendataan Naskah Kuno tahun 2025 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan intelektual Nusantara.
Kegiatan dibuka Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo ini dirangkai dengan pameran naskah kuno bertujuan mendorong masyarakat peduli literasi sekaligus melestarikan warisan peradaban.
"Naskah kuno bukan sekadar benda mistis atau jimat. Ini merupakan 'ingatan kolektif lintas generasi' yang menyimpan nilai sejarah, pengetahuan, hingga kearifan budaya," kata Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam pidato sambutannya.
Ia lalu mencontohkan di Tulungagung masih tersimpan dua naskah berbahan daun lontar yang belum teridentifikasi secara akademis.
"Tanpa perlindungan, pendataan, dan alih media, warisan ilmu dan sejarah bangsa ini bisa hilang karena faktor usia, iklim tropis, maupun bencana. Oleh karena itu kami mendorong keterlibatan masyarakat, sekaligus menyiapkan bentuk penghargaan bagi warga yang peduli melestarikan naskah kuno," kata Bupati Gatut.
Naskah yang dipamerkan kali ini mencakup rentang abad ke-16 hingga masa kemerdekaan. Sebagian masih dalam proses identifikasi, sementara yang lain sudah terbaca.
Menurut narasumber workshop sekaligus kolektor naskah kuno, Lulut Edi Santoso, salah satu naskah berisi kisah Menak pada masa peralihan Islam, ditulis menggunakan aksara Jawa dan Bali.
Ada pula naskah resep pembuatan parfum berbahan dasar menyan dari lingkungan Keraton Yogyakarta Hadiningrat.
"Kami berharap kegiatan ini bisa memancing masyarakat memelihara, menunjukkan, mengalihmediakan, dan mengkajinya lebih lanjut," ujar Lulut.
Workshop juga memberikan pelatihan dasar bagi peserta mengenai metode pendataan, perawatan fisik naskah, serta strategi pengenalan naskah kuno ke masyarakat luas.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi pendataan komprehensif naskah kuno di Tulungagung agar generasi mendatang dapat mengakses dan mempelajarinya.
