Surabaya (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) segera meresmikan Global Hub, pusat aktivitas mahasiswa internasional yang berada di lantai 11 Gedung Attaawun Tower, guna menyambut 39 mahasiswa asing dari Asia, Afrika, dan Eropa.
“Tahun ini kami menerima 21 mahasiswa asing dari berbagai negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Sementara itu, mahasiswa asing yang sudah aktif belajar di Surabaya berjumlah 18 orang,” ujar Kepala Lembaga Kerja Sama Internasional (LKI) UM Surabaya Yuanita Wulandari, Senin.
Global Hub akan menjadi ruang representatif yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, melainkan juga dilengkapi microteaching room, co-working space, loker pribadi, serta fasilitas interaksi dan kolaborasi lintas budaya.
Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi UM Surabaya Radius Setiyawan menyampaikan bahwa persiapan peresmian Global Hub kini memasuki tahap akhir.
“Kami menunggu kedatangan seluruh mahasiswa asing. Saat ini, persiapan Global Hub sudah mencapai 80 persen,” ungkapnya.
Radius menambahkan jumlah mahasiswa internasional di UM Surabaya terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga memperkuat upaya kampus dalam menghadirkan atmosfer akademik inklusif, multikultural, sekaligus mendukung visi menjadi perguruan tinggi berkelas global.
Dengan hadirnya Global Hub, UM Surabaya tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang perjumpaan budaya yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk belajar bersama dan membangun persahabatan lintas negara.
