Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur membangun sistem penyedia air minum (SPAM) di daerah rawan kekeringan guna mengatasi kelangkaan air bersih di wilayah itu.
"Pembangunan SPAM ini merupakan solusi jangka panjang yang dilakukan pemerintah bagi desa-desa yang mengalami kekeringan, dan dengan keberadaan SPAM, maka desa yang mengalami kekeringan bisa teratasi," kata Bupati Bangkalan Lukman Hakim di Bangkalan, Kamis.
Bupati menjelaskan, Kabupaten Bangkalan termasuk kabupaten di Pulau Madura yang rawan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih saat musim kemarau seperti sekarang ini.
Kondisi seperti ini, sambung bupati, telah terjadi sejak puluhan tahun lalu.
"Untuk solusi jangka pendek, kami memang selalu menyalurkan bantuan ke daerah terdampak. Dan SPAM ini merupakan solusi jangka panjang," katanya.
Menurut bupati, jumlah SPAM yang dibangun Pemkab Bangkalan kali ini tersebar di 33 titik dengan nilai total anggaran mencapai Rp11 miliar.
"Jika pembangunan SPAM di 33 titik tuntas dan bisa dioperasikan, saya yakin, desa terdampak kekeringan di Bangkalan bisa ditekan," katanya.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, daerah terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih saat musim kemarau tersebar di sembilan kecamatan, yakni Tanah Merah, Kwanyar, Blega, Konang, Kokop, Geger, Klampis, Sepulu, dan Arosbaya.
Dari sembilan kecamatan itu, total jumlah desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih 53 desa, sama dengan data pada 2024.
Jenis kekeringan yang terjadi di 53 di sembilan kecamatan itu, berupa kekeringan langka dan kekeringan kritis.
Kekeringan kritis terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari. Jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.
Kekeringan langka jenis kekeringan, di mana kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter per orang per hari. Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer.
