Madiun (ANTARA) - Wali Kota Madiun Maidi meminta warga setempat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah dinamika sosial-politik yang terjadi setelah sejumlah aksi unjuk rasa.
"Aksi protes memang meluas ke sejumlah daerah, termasuk di kota kita tercinta, Kota Madiun. Saya berharap segala macam tindakan anarkisme cukup berhenti di sini," ujar Wali Kota Maidi dalam keterangannya yang diunggah di laman akun resmi media sosial, Minggu.
Pihaknya meminta warga Kota Madiun yang ingin menyampaikan aspirasi, agar melakukan dengan cara yang baik dan benar sesuai aturan yang ada.
"Jangan merusak, apalagi menjarah fasilitas umum. Demonstrasi adalah sarana menyampaikan aspirasi, bukan ajang perusakan apalagi mencuri. Fasilitas umum adalah milik kita bersama yang sudah seharusnya kita jaga," katanya.
Ia yakin bahwa warga Kota Madiun sangat bijaksana, sehingga mampu membedakan hal-hal yang baik maupun sebaliknya, sehingga bisa menjaga Kota Madiun tetap kondusif.
"Jangan mudah diprovokasi dan jangan mau diprovokasi. Mari kita senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini," katanya.
Sementara itu, kondisi kantor DPRD Kota Madiun setelah kejadian aksi yang sempat ricuh pada Sabtu (30/8), masih berantakan.
Sekretaris DPRD Kota Madiun Misdi mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri untuk memastikan situasi benar-benar aman sebelum dilakukan pembersihan.
"Kami amankan dulu aset dengan bantuan aparat keamanan. Setelah itu dilakukan inventarisasi barang rusak maupun hilang," katanya kepada wartawan.
Kerusakan diantaranya terjadi pada pintu gerbang, pagar, papan nama kantor, serta kaca ruang paripurna yang pecah akibat lemparan batu oleh massa.
Sejumlah ruangan seperti perpustakaan JDIH, ruang pers, dan gedung komisi terutama Komisi III juga mengalami kerusakan.
Selain perusakan, beberapa aset DPRD juga diketahui hilang, seperti sejumlah barang di pos penjagaan berupa handy talky (HT), besi penutup saluran, dan selang. Kerugian atas kerusakan dan kehilangan tersebut diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta.
Pihaknya meminta masyarakat, khususnya yang ingin menyampaikan aspirasi dengan demonstrasi, agar dilakukan dengan cara yang damai dan benar.
