Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menyiapkan inovasi "Banyuwangi One ID" dalam rangka mendukung program bantuan sosial berbasis digital yang dicanangkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan sejumlah kementerian.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan "Banyuwangi One ID" merupakan sistem yang dapat mengakses berbagai layanan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui aplikasi Smart Kampung.
"Kami telah mengupayakan transformasi digital sejak 2012, dan bahkan hingga ke level desa/kelurahan dengan memasang fiber optic sebagai infrastruktur utama. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi Banyuwangi, dan saya kira dengan digitalisasi akan lebih tepat sasaran," katanya dalam keterangan tertulis di Banyuwangi, Selasa.
Kabupaten Banyuwangi sendiri ditetapkan sebagai percontohan penyempurnaan digitalisasi bantuan sosial secara nasional, dan pada hari ini Bupati Ipuk diundang mengikuti rapat koordinasi bersama 20 kementerian dan lembaga di Kantor DEN Jakarta.
"Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Banyuwangi berkomitmen kuat untuk mewujudkan pemerintahan digital," tutur Ipuk.
Informasi diperoleh ANTARA, program bantuan sosial berbasis digital itu akan diluncurkan perdana pada September 2025 di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Sistem digital ini dirancang untuk meningkatkan akurasi penyaluran dengan mengurangi kesalahan inklus dan ekslusi (inclusion dan exclusion error) dan memperkuat transparansi dan akuntabilitas serta memungkinkan masyarakat melakukan verifikasi identitas digital secara mandiri.
