Surabaya (ANTARA) - Komunitas ojek online (ojol) Jawa Timur menegaskan dukungannya kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta menolak aksi demonstrasi, dengan menyuarakan gerakan “Jatim Fokus Kerja” demi menjaga stabilitas daerah.
“Banyak aspirasi dalam demonstrasi justru tidak realistis. Tuntutan seperti penurunan pajak itu tidak masuk akal. Itu kewenangan negara, bukan bisa seenaknya diturunkan hanya karena desakan massa,” kata koordinator komunitas ojol di Surabaya, Rochmad, dalam keterangannya, Senin.
Ia menambahkan masyarakat kecil seperti pengemudi ojol lebih memilih bekerja keras dan mencari rezeki halal ketimbang larut dalam agenda politik.
“Kami sudah kenyang lihat demo yang ujung-ujungnya hanya jadi panggung segelintir orang,” ujarnya.
Gerakan “Jatim Fokus Kerja” kini berkembang sebagai bentuk perlawanan masyarakat terhadap politisasi isu di jalanan.
“Selama kepemimpinan Khofifah berjalan sesuai aturan, masyarakat akan terus mendukung. Yang penting daerah ini aman, tenteram, dan rakyat bisa bekerja,” tutur Rochmad.
Fahrudin, tokoh masyarakat yang juga ikut deklarasi “Jatim Fokus Kerja”, menyebut gerakan ini bukan sekadar simbol.
“Ini bentuk kedewasaan masyarakat Jawa Timur. Kita ingin daerah ini stabil, ekonomi jalan, pembangunan berlanjut,” katanya.
Nada serupa disampaikan Rohmatin, salah satu pengemudi ojol perempuan.
“Kalau soal pajak, itu ada aturannya. Gubernur jelas tidak bisa asal bikin kebijakan. Jadi jangan dipaksa untuk kepentingan pribadi segelintir orang,” ucapnya.
Rohmatin menegaskan dirinya dan rekan-rekannya akan tetap memilih jalan kerja keras.
“Kami gak akan ikut-ikut demo. Yang penting kerja halal, bisa bawa pulang rezeki untuk keluarga. Itu jauh lebih nyata,” katanya.
