Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, mulai mengembangkan ekonomi di bidang peternakan, khususnya ternak sapi melalui pendekatan seni budaya.

Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan Sukriyanto mengatakan langkah itu dilakukan, karena bagi masyarakat Madura, terutama Pamekasan sapi bukan hanya sebatas hewan piaraan, akan tetapi juga sudah menjadi bagian dari budaya.

"Karena itu, kegiatan lomba paguyuban sapi, seperti yang digelar oleh masyarakat peternak sapi saat ini merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya dan pengembangan ekonomi di sektor peternakan," katanya saat membuka acara lomba 'Paguyuban Sapi Madura' di Desa Sokalelah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Kamis.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI itu, dengan membawa sapi-sapi peliharaan warga di sebuah tanah tapang.

Sapi-sapi yang terdiri dari sapi lokal Madura dan hasil perkawinan silang itu dihias sedemikian rupa dan dipajang berderet di panggung yang telah disediakan.

Panitia dari Pengurus Paguyuban Sapi Madura dan perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan lalu memberikan penilaian pada keindahan sapi itu, hingga akhirnya ditetapkan tiga pemenang.

Menurut Wabup Sukriyanto, lomba paguyuban sapi atau yang dikenal dengan sebutan 'sapi tachek' itu merupakan satu dari tiga jenis seni budaya Madura yang berkembang di masyarakat peternak sapi, selain 'sapi sonok' dan karapan sapi.

"Karena itu, pemkab berkepentingan terhadap setiap perkembangan seni budaya dari kegemaran memelihara sapi ini, termasuk lomba Paguyuban Sapi Madura seperti ini," ujar bupati.

Mantan Kepala Desa Blaban itu lebih lanjut menjelaskan, melalui pendekatan seni budaya, pihaknya yakin program peningkatan ketahanan pangan melalui pengembangan ekonomi berbasis pertanian dan peternakan yang dicanangkan pemerintah pusat akan terwujud dengan baik.

"Apalagi, sapi-sapi yang pernah meraih juara, sebagaimana juga pada lomba karangan sapi dan sapi sonok, harganya menjadi mahal, karena dinilai memiliki kualitas unggul. Atas dasar itu pula, maka pendekatan melalui seni dan budaya seperti ini, terus kami kembangkan dan kami lestarikan," katanya.

Sebanyak 25 ekor sapi berebut menjadi juara dalam lomba Paguyuban Sapi yang digelar di lapangan Desa Sokalelah, Kecamatan Kadur, Pamekasan dalam rangka memeriahkan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI itu.

"Lomba paguyuban sapi di HUT Kemerdekaan RI kali ini merupakan yang pertama, dan selanjutnya akan digelar secara rutin di Pamekasan setiap tahun, karena kegiatan ini kami nilai sangat dalam meningkatkan perekonomian di bidang peternakan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Pamekasan Indah Kurnia Sulistiorini.



Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026