Magetan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, rutin melakukan vaksinasi ternak sapi dan kambing guna mencegah penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah setempat.
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengatakan kegiatan vaksinasi melalui OPD terkait rutin diberikan kepada ternak ruminansia peka PMK.
"Vaksinasi tidak hanya dilakukan saat ada laporan, tetapi sudah menjadi kegiatan rutin. Kami memastikan Pemkab Magetan siap akan ketersediaan vaksinasi dan semua ternak peka PMK mendapat perlindungan penuh," ujar Wabup Suyatni dalam kegiatan pelantikan pengurus DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Indonesia Kabupaten Magetan periode 2025-2030 di Pendapa Surya Graha Magetan, Jawa Timur, Sabtu.
Menurutnya, vaksinasi PMK merupakan program yang didukung APBN dan APBD Provinsi Jawa Timur. Karenanya, kegiatan tersebut akan terus berjalan hingga Indonesia dinyatakan bebas PMK.
Pihaknya menyebut bahwa Magetan merupakan sentra ternak sapi, namun saat ini mengalami penurunan populasi yang drastis akibat wabah PMK tersebut.
"Pada tahun 2020, populasi sapi kita mencapai 112.000 ekor, dan saat ini tersisa sekitar 68.000 ekor," katanya.
Penurunan tersebut, lanjut Kang Suyat, sapaan akrab Wabup Magetan, disebabkan oleh keengganan peternak untuk memelihara atau berinvestasi di sektor peternakan sapi karena trauma PMK di masa awal penanganan yang belum siap sehingga banyak yang mati, terutama dari sisi vaksinasi.
Namun, Wakil Bupati memastikan bahwa saat ini Pemkab Magetan sudah siap untuk mengatasi penyakit PMK, salah satunya dengan ketersediaan vaksin PMK yang mencukupi.
Selain kesiapan vaksinasi, Pemkab Magetan juga telah menggagas pembangunan pasar hewan percontohan di Kecamatan Parang. Pasar hewan itu akan dilengkapi dengan fasilitas skrining hewan untuk memantau kesehatan sebelum diperjualbelikan.
Sisi lain, Pemkab Magetan juga berupaya meningkatkan jumlah populasi ternak ruminansia besar di wilayahnya guna mendukung ketahanan pangan dan swasembada daging nasional. Peningkatan tersebut salah satunya dilakukan melalui program inseminasi buatan (IB).
"Hal itu semakin menguatkan komitmen Pemkab Magetan dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan hewani sekaligus membangun kepercayaan kembali masyarakat agar bisa kembali berternak sapi dengan aman dan nyaman," katanya.
