Magetan (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Magetan, Jawa Timur menyediakan layanan "call center" atau pusat panggilan pemberian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) guna memudahkan peternak yang membutuhkan vaksin untuk ternak sapi atau kambing.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakan Magetan Budi Nur Rochiman di Magetan, Jumat, mengatakan layanan tersebut diluncurkan dengan menyediakan nomor WhatsApp 08113385000 yang dapat dihubungi peternak.

"Begitu ada permintaan, operator langsung meneruskan ke petugas sesuai wilayah. Nanti petugas menghubungi untuk membuat jadwal kapan vaksin dilakukan," ujar Budi.

Guna mendukung layanan tersebut, setiap kecamatan kini memiliki satu petugas vaksinator yang siap bergerak kapan saja. Bahkan, untuk permintaan satu ekor ternak pun tetap dilayani.

"Kalau ada telepon atau permintaan masuk, satu pun tetap kita datangi. Tidak usah menunggu banyak," kata dia.

Pihaknya menjelaskan bahwa model layanan vaksinasi PMK yang seperti ini dinilai lebih efektif dibanding sistem lama yang berbasis jadwal desa. Sebab, saat vaksin PMK diberikan sesuai jadwal desa banyak peternak yang tidak berada di rumah karena pergi ke sawah.

"Kalau dijadwalkan ke desa, sering tidak ketemu orangnya. Tapi kalau mereka sendiri yang minta, pasti ada di rumah, sehingga lebih efektif," kata dia.

Melalui metode ini, saat jadwal sudah ditentukan, dari sekitar 20 petugas vaksinator mampu melakukan lebih dari 200 vaksinasi di berbagai titik desa di Magetan. Meski tidak dilakukan serentak dalam satu desa, jangkauan vaksinasi PMK metode ini justru lebih luas dan cepat menyasar titik-titik rawan penyebaran.

"Dengan cara layanan center ini, kita bisa menjangkau lebih banyak titik. Begitu ada ternak baru, langsung kita vaksin, tidak menunggu jadwal," kata Budi.

Strategi tersebut juga bertujuan untuk mencegah munculnya "hotspot" penyebaran PMK. Begitu ada laporan kasus, petugas langsung bergerak membentengi wilayah sekitar.

Sesuai data, hingga April 2026, Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan telah menerima sekitar 25 ribu dosis vaksin PMK, dengan tambahan alokasi sekitar 30 ribu dosis lagi hingga Agustus mendatang.

"Vaksinasi PMK kali ini terus dikejar untuk memperkuat kekebalan ternak, terutama menjelang Idul Adha yang identik dengan tingginya lalu lintas hewan ternak dari daerah luar Magetan yang rawan penularan," kata dia.

Budi menegaskan, kunci utama keberhasilan program tersebut juga didukung dengan kesadaran peternak yang telah paham akan pentingnya vaksin untuk mencegah PMK pada ternak sapi atau kambing. Sebelumnya, banyak peternak yang menolak karena takut vaksin membuat ternak stres dan sakit.

"Dalam kesempatan ini, kita tidak memaksa. Harapannya, peternak sadar sendiri bahwa setelah beli sapi harus segera vaksin," tambahnya.

Pihaknya optimistis, dengan program layanan pusat panggilan tersebut, semakin banyak ternak sapi dan kambing di area rawan dan sulit terjangkau yang mendapatkan vaksin PMK, sehingga semakin banyak pula ternak yang terbebas dari ancaman penyakit mulut dan kuku.

 



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026