Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan angka stunting pada 2025 berkisar 14-17 persen dari sebelumnya yang mencapai 22,4 persen pada 2024 berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan angka stunting di wilayah setempat pada 2024 mengalami peningkatan dari 2023 yang sebesar 17 persen.
"Jadi Kota Malang pada 2024 kalau menurut SSGI angka stuntingnya 22,4 persen, sedangkan 2023 berada 17 persen. Kami pada 2025 paling tidak bisa 14-17 persen," kata Husnul.
Guna merealisasikan target itu, Dinkes Kota Malang bersama sejumlah perguruan tinggi di wilayah tersebut menginisiasi program Kampus Bergerak Peduli Stunting (Kabar Penting).
Total ada 27 perguruan tinggi yang dilibatkan dalam program penanganan stunting itu.
Husnul menjelaskan pelibatan perguruan tinggi merupakan hasil evaluasi internal yang sempat dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang dengan mengacu angka stunting pada hasil SSGI 2024.
Pihaknya menyadari bahwa perguruan tinggi menjadi elemen penting dalam penanganan masalah stunting.
"Kami sempat zoom untuk secara singkat merumuskan ini program Kabar Penting. Prinsipnya, perguruan tinggi terlibat di dalam pembinaan dan pemantauan wilayah," ujarnya.
Program Kabar Penting, kata dia juga sesuai dengan salah satu kewajiban kampus di dalam tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian masyarakat.
Oleh karenanya, masing-masing kampus akan menerjunkan mahasiswa untuk membantu penanganan masalah stunting di Kota Malang.
"Mahasiswanya angkatan atas dan sudah mempunyai dasar yang kuat mengenai penanganan beserta pencegahan stunting. Program studinya ada dari kebidanan, keperawatan, kedokteran, kesehatan masyarakat, sama gizi," katanya.
Terkait pelaksanaan, pihaknya masih terlebih dahulu merampungkan penyusunan rundown program dan diupayakan selesai akhir Agustus 2025, dengan estimasi waktu evaluasi per dua bulan sekali.
"Saat akhir 2025 dievaluasi lagi sehingga bisa berlanjut di 2026 dengan melibatkan semua perguruan tinggi di Kota Malang," katanya.
Diharapkan strategi yang dibentuk ini berjalan optimal, sehingga memberikan dampak pada turunnya angka stunting di Kota Malang pada 2025.
"Biasanya (SSGI) dilaksanakan November dan dipublikasikan Maret. Semoga bisa mencapai 14-17 persen itu untuk 2025," tuturnya.
