Mojokerto (ANTARA) - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan fasilitas bantuan permodalan dari Baznas Microfinance Desa (BMD) untuk meningkatkan omzet penjualan, dan menjaga keberlangsungan usaha di tengah ketidakstabilan ekonomi global.
"Alhamdulillah di Baznas itu ada bantuan pinjaman 0 persen. Tetapi ini memang benar-benar untuk meningkatkan omzet penjualan. Jadi niki urusane kangge modal loh nggih, mboten dientekno kanggo tumbas liya-liyane (ini khusus untuk modal, bukan untuk kebutuhan lain)," kata Ning Ita sapaan akrabnya saat kegiatan Sosialisasi Tentang Potensi Pemanfaatan UMKM di Wilayah Kelurahan Gedongan, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Rabu.
Ia mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan termasuk Baznas guna menyediakan pinjaman modal dengan bunga sangat rendah bahkan hingga 0 persen.
Bantuan ini, kata dia, ditujukan khusus untuk pengembangan usaha agar para pengusaha mikro, kecil, dan menengah bisa menambah stok barang, meningkatkan kapasitas produksi atau memperluas pemasaran.
Ning Ita menyampaikan bahwa dukungan permodalan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat kepada seluruh kepala daerah agar menjaga perekonomian daerah tetap bergerak.
Ia menyampaikan bahwa Presiden RI menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk melakukan langkah-langkah nyata dalam mencegah perlambatan ekonomi di daerah masing-masing.
"Segala hal yang berkaitan dengan ekonomi benar-benar kita kuatkan. Contoh bahan pokok, agar harga jual tidak terlalu mahal, kita subsidi ongkos kirimnya, supaya pedagang bisa jual lebih murah. Itu bagian dari upaya menjaga agar ekonomi kita tidak mundur," ujarnya.
Selain akses permodalan dan subsidi ongkos kirim, Pemkot Mojokerto juga rutin menggelar berbagai event yang dapat menjadi sarana promosi dan berjualan bagi para mengajak para pengusaha mikro, kecil, dan menengah.
Event tersebut tidak hanya digelar oleh Pemkot Mojokerto, tetapi juga melibatkan jajaran samping seperti TNI dan Kejaksaan melalui berbagai kegiatan seperti Karate Open Tournament Danramil Cup dan Kejari Cup 2025.
Dengan adanya dukungan ini, Wali kota mengajak para pengusaha mikro, kecil, dan menengah dapat memanfaatkan fasilitas permodalan dengan baik, fokus untuk mengembangkan usaha.
"Sehingga roda perekonomian Kota Mojokerto tetap berputar secara sehat, tidak melambat apalagi terhenti," katanya.
