Madiun - Jatmiko (36) seorang Manajer Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Mega Syariah di Kelurahan Mejayan, Kecamatan Mejayan, Caruban, Kabupaten Madiun, Jatim, mencoba merampok bank yang dipimpinnya sendiri namun berhasil digagalkan oleh warga sekitar, Sabtu. Kapolsek Mejayan Kompol Djumadi, mengatakan, pelaku menjalankan aksinya dengan menutupi wajahnya dengan helm dan penutup wajah serta membawa senjata tajam. "Berdasarkan laporan para saksi, kejadiannya berlangsung siang tadi. Saat itu, di kantor bank hanya ada dua pegawainya, yakni Sri Purwaningsih (34) dan Wiwin Agustina (28)," ujar Kompol Djumadi. Menurut dia, sesuai laporan dari saksi, percobaan perampokan tersebut terjadi saat Jatmiko yang menggunakan penutup wajah tiba-tiba masuk bank dan meminta sejumlah uang dari salah satu pegawai yang ada. Karena uang yang diminta tak kunjung diberikan, maka pelaku langsung memukul karyawan tersebut sambil mengancam dengan menggunakan pisau. Kedua karyawan tersebut kaget dan langsung berteriak meminta tolong. Pelaku yang tidak menyangka korbannya akan berteriak langsung panik dan berusaha melarikan diri. Malang, warga yang mendengar teriakan korban langsung mengejar pelaku. "Sempat terjadi kejar-kejaran antara warga dengan pelaku. Belasan warga sekitar akhirnya berhasil menangkap pelaku dan sempat menghajarnya hingga mengalami luka di kepala," kata Djumadi. Hal yang sama diungkapkan oleh warga sekitar, Waluyo, yang ikut mengejar pelaku. Pelaku sempat dipukuli warga hingga terluka di bagian kepala. "Saya ikut mengejar lelaki tersebut. Sebelum diserahkan ke Polsek Mejayan, ia sempat dipukuli beramai-ramai sehingga kepalanya luka berdarah," kata Waluyo. Sementara, saat ditemui di Mapolsek Mejayan, pelaku Jatmiko, mengaku dirinya sengaja merampok kantornya karena ingin menguji sistem keamanan pada bank yang dipimpinya. "Saya sengaja melakukan tindakan tersebut untuk menguji sistem keamanan di kantor saya. Semacam tes keamanan begitulah," kata Jatmiko kepada petugas dan wartawan. Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Dari pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah pisau dapur, sebuah helm, satu unit motor merek Happy, dan satu buah jaket. Beruntung tidak ada kerugian uang atas kejadian ini. "Kami belum dapat memastikan motif kejadian ini. Apakah betul pelaku hanya ingin menguji alat keamanan kantornya atau ada maksud lain. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Kompol Djumadi. (*)
Berita Terkait
ANTARA: Media-humas harus beradaptasi hadapi tantangan era disrupsi
1 April 2026 16:50
ANTARA apologizes for wrong report on international flight suspension
18 Maret 2026 05:31
ANTARA minta maaf terkait kesalahan berita
18 Maret 2026 00:04
ANTARA sampaikan permohonan maaf terkait kesalahan berita
17 Maret 2026 23:51
PP Tunas dan lebaran sehat buat anak
13 Maret 2026 13:53
Wartawan ANTARA Biro Jatim juara pertama lomba karya jurnalistik ITS
11 Maret 2026 20:16
ANTARA, JICA berkomitmen tingkatkan hubungan Indonesia-Jepang
10 Maret 2026 14:01
Antara rem darurat dan pembatasan ekspresi digital pada medsos anak
8 Maret 2026 21:28
