Sekolah Rakyat adalah bentuk keberpihakan negara kepada wong cilik

Surabaya (ANTARA) - Ketua Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana menyatakan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat menjadi benteng terakhir pendidikan anak miskin untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.

"Ini bukan sekadar sekolah gratis. Ini adalah jalan perubahan nasib bagi ribuan anak yang sebelumnya tidak pernah membayangkan bisa melanjutkan sekolah karena beban ekonomi. Sekolah Rakyat adalah bentuk keberpihakan negara kepada wong cilik," kata politisi yang akrab disapa Bunda Renny, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

Dengan Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan kesempatan yang adil untuk mengenyam pendidikan menengah atas, tanpa beban biaya. 

"Semua fasilitas disediakan oleh negara. Bahkan kualitas sarana dan prasarananya tidak kalah dengan sekolah negeri maupun swasta unggulan," katanya.

Legislator yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim itu menyebut, konsep Sekolah Rakyat adalah jawaban progresif terhadap berbagai persoalan ketimpangan akses pendidikan, termasuk di Jawa Timur.

Menurutnya, pendidikan yang bermutu dan merata adalah fondasi utama untuk membangun Jawa Timur yang lebih adil dan berdaya saing. 

"Visi besar Bung Karno adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya. Maka menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya bagi kami di legislatif, untuk menjamin setiap anak bisa mengakses pendidikan berkualitas, tanpa diskriminasi sosial maupun ekonomi," ucapnya.

Lebih lanjut, Bunda Renny memberikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah di Jawa Timur yang telah mendukung penuh keberhasilan pendirian dan pengelolaan 12 Sekolah Rakyat yang saat ini tersebar di sejumlah wilayah. 

Salah satunya adalah Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri yang berlokasi di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan.

"SRMA 24 Kediri menjadi contoh luar biasa. Gedung sekolahnya sangat representatif, dengan ruang kelas berstandar internasional. Ini membuktikan bahwa pendidikan gratis tidak harus murahan. Justru ini harus menjadi sekolah kebanggaan rakyat," paparnya.

Dirinya menilai keberhasilan SRMA 24 Kediri adalah bukti bahwa ketika pemerintah daerah, masyarakat, dan DPRD bersinergi, maka program pendidikan berbasis kerakyatan dapat diwujudkan dengan baik. 



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026