Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Jairi Irawan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan program Sekolah Rakyat dan perhatian terhadap sekolah negeri maupun swasta yang sudah ada.
Menurutnya, Sekolah Rakyat harus sukses karena didukung anggaran besar dan fasilitas lengkap, namun tidak boleh melupakan kebutuhan sekolah umum lainnya.
“Sekolah Rakyat harus sukses karena didukung anggaran yang besar, fasilitas mumpuni, serta melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Tetapi kita tidak boleh menyampingkan sekolah-sekolah yang sudah ada, baik negeri maupun swasta,” ujar Jairi di Surabaya, Kamis.
Jairi juga menyoroti persoalan regrouping sekolah negeri yang terjadi di sejumlah kabupaten seperti Blitar, Ngawi, dan Pacitan akibat minimnya jumlah guru atau rendahnya angka pendaftar siswa baru.
Menurut dia, kondisi tersebut seharusnya dapat dicegah dengan langkah-langkah konkret.
“Perbaikan dan penambahan fasilitas sudah seharusnya dilakukan secara berkesinambungan. Upgrade kualitas guru juga penting, karena dunia sudah berubah, kebiasaan serta teknologi juga semakin maju. Guru sebagai pendidik harus mampu mengikuti perkembangan tersebut,” ujarnya.
Selain itu, Jairi mengingatkan pentingnya memperhatikan kesejahteraan para guru melalui perbaikan gaji.
“Jangan sampai kita terlalu fokus pada Sekolah Rakyat, lalu lupa mencari solusi untuk sekolah umum lainnya,” katanya.
Sebagai informasi, siswa Sekolah Rakyat mendapatkan berbagai fasilitas pendukung, antara lain delapan setel seragam, laptop, makan tiga kali sehari, layanan DNA Talent Mapping, dan fasilitas pendukung lainnya.
