Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur kini mulai melakukan upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang berbasis pada potensi desa.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim di Bangkalan, Rabu, mengatakan, upaya peningkatan PAD berbasis potensi itu dilakukan, karena berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan pemkab, banyak desa yang memiliki potensi sumber daya alam yang memadai, akan tetapi belum digarap secara optimal.
"Desa-desa yang memiliki potensi SDA yang memadai ini hanya perlu sentuhan langsung dari pemerintah kabupaten," katanya.
Karena itu, sambung dia, ke depan pemkab akan bersinergi membantu pengembangan usaha potensial yang ada di desa tersebut, sehingga desa juga bisa menjadi sumber pendapatan daerah.
Selain itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Bangkalan ini juga mengaku perlu adanya kesamaan data potensi desa dengan Pemkab Bangkalan.
Sebagai contoh, Bupati mengungkap tentang adanya perbedaan data jumlah menara telekomunikasi (tower) di Kecamatan Kamal, antara catatan resmi dengan informasi yang disampaikan kepala desa.
Dari data awal yang hanya mencatat dua tower, ternyata di lapangan sudah terdapat delapan titik.
"Itu potensi baru yang bisa menjadi sumber PAD, dan ini terjadi karena adanya keterlibatan langsung dari desa," ujarnya.
Menurut Lukman, pembaruan data dan pemetaan potensi desa akan menjadi langkah strategis untuk mendongkrak PAD.
Pemkab akan mendorong keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk turun langsung ke desa, guna mengidentifikasi potensi yang belum tergarap, baik di sektor infrastruktur, UMKM, maupun sektor jasa dan teknologi.
“Kita akan mulai pendekatan per-desa. Mungkin tidak sekaligus, tapi bertahap. Desa harus punya ruang untuk menyampaikan potensinya, lalu kita dari kabupaten bantu fasilitasi menjadi sumber pendapatan," kata Bupati.
Selain tower, sektor lain yang dinilai potensial antara lain pengelolaan sampah berbasis ekonomi, wisata lokal, dan pemanfaatan aset desa yang belum optimal.
Dengan strategi berbasis potensi ini, Bupati optimistis PAD Bangkalan dapat meningkat secara signifikan, sekaligus mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan.
Realisasi PAD Kabupaten Bangkalan pada tahun anggaran 2024 sebesar Rp371,7 miliar dari target Rp407 miliar.
"Jika pengelolaan potensi desa dikelola secara maksimal dan transparan, kami yakin tahun ini realisasi PAD kita bisa melebihi realisasi tahun 2024," katanya.
