Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur mulai mengembangkan program hilirisasi sebagai upaya untuk menambah nilai ekonomi pertanian bagi para petani di wilayah itu.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim di Bangkalan, Rabu, mengatakan, produksi hasil pertanian warga Kabupaten Bangkalan selama ini masih belum memberi dampak lebih secara ekonomi kepada masyarakat.

"Karena itu, upaya untuk menambah nilai ekonomi dari hasil produk pertanian kami lakukan melalui pengembangan hilirisasi," katanya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Bangkalan ini lebih lanjut menjelaskan, Kabupaten Bangkalan sebenarnya merupakan kabupaten yang kaya akan beras.

Menurut Lukman, produksi beras di kabupaten ini pada 2025 tercatat mengalami surplus dan mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat untuk tahun 2026, bahkan hingga 13 bulan ke depan.

Produksi beras di Bangkalan mencapai 205.477 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 96.864 ton per tahun. Dengan demikian, Bangkalan mengalami surplus sebesar 108.612 ton, atau setara dengan ketersediaan pangan selama 13 bulan.

"Ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan di Kabupaten Bangkalan berada dalam kondisi aman dan sangat mencukupi," katanya.

Bupati mengungkapkan, tren produksi padi di Bangkalan terus menunjukkan peningkatan signifikan sejak 2024.

Kala itu tercatat luas panen mencapai 49.800 hektare dengan produksi 163.762 ton, sehingga menghasilkan surplus 66.928 ton atau setara kebutuhan selama delapan bulan.

Sementara pada tahun 2025, luas panen meningkat menjadi 65.858 hektare dengan total produksi 205.477 ton.

Menurut Bupati, capaian tersebut mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam mendukung ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

"Karena itu yang kami lakukan saat ini akan terus mendorong modernisasi sektor pertanian serta pengembangan hilirisasi pertanian guna meningkatkan nilai tambah hasil panen dan kesejahteraan petani," katanya.

Salah satu target ke depan, sambung dia, selain meningkatkan produksi padi, juga mengembangkan industri penggilingan padi di Bangkalan agar bisa memenuhi kebutuhan beras secara mandiri.

Dengan adanya penggilingan padi lokal, diharapkan hasil panen petani dapat terserap secara optimal, sekaligus memenuhi kebutuhan beras masyarakat Bangkalan melalui produk beras lokal, termasuk untuk mendukung kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan.



Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026