Ponorogo, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menggencarkan penyemprotan pestisida secara serentak untuk menangani serangan hama wereng yang mulai meluas di lahan-lahan pertanian daerah itu.
“Kami sudah mulai penyemprotan serentak di sejumlah wilayah terdampak. Targetnya lahan yang masuk kategori waspada agar penyebaran hama bisa segera dikendalikan,” kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo, Suprianto di Ponorogo, Rabu.
Dipertahankan Ponorogo mencatat, serangan wereng telah menjangkiti 112,42 hektare sawah di 12 kecamatan dan 45 desa.
Dari jumlah itu, 4,15 hektare lahan dipastikan mengalami puso, sedangkan sisanya rusak ringan hingga berat.
Sebanyak 320 liter pestisida telah disiapkan untuk kebutuhan penyemprotan massal menggunakan hand sprayer.
Jika dihitung rata-rata penggunaan 1,5 liter per hektare, maka stok saat ini mampu menjangkau hingga 200 hektare lahan terdampak.
Menurut Suprianto, prioritas penyemprotan difokuskan pada daerah rawan yang menunjukkan gejala serangan wereng batang cokelat.
Ia mengakui bahwa laju penyebaran hama ini cukup cepat dan perlu penanganan segera agar tidak meluas ke wilayah pertanian produktif lainnya.
Lebih lanjut, Suprianto menyebutkan bahwa tidak seluruh petani yang mengalami gagal panen akibat wereng otomatis mendapatkan klaim asuransi.
Pihaknya masih melakukan verifikasi data petani terdampak berbasis nama dan alamat untuk memastikan keikutsertaan dalam program asuransi pertanian.
“Yang jelas ada asuransi pertanian, tapi tidak semuanya otomatis dapat. Kita sedang cek datanya by name by address,” pungkasnya.
