Surabaya (ANTARA) - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur terus menambah jumlah kantor pertanahan di jajaran yang memberikan layanan elektronik.

Kepala Kanwil BPN Jatim Asep Heri di Surabaya, Selasa, mengatakan hari ini terdapat sembilan kantor pertanahan di Jatim yang melakukan layanan peralihan elektronik.

"Sehingga, total ada 15 Kantor Pertanahan yang telah melakukan layanan peralihan secara elektronik," katanya di sela pelantikan Majelis Pembina dan Pengawas PPPAT Daerah (MPPD) dan peluncuran layanan peralihan elektronik di sembilan kantor pertanahan di Surabaya.

Ia merinci, kantor pertanahan yang secara resmi diluncurkan layanan peralihan elektronik hari ini adalah Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Malang, Kota Surabaya I, Kota Surabaya II, Gresik, Banyuwangi, Jember, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto.

"Ke depannya akan secara bertahap menyusul kabupaten atau kota lain, sehingga layanan ini dapat dilaksanakan diseluruh wilayah Jawa Timur," ujarnya.

Pada kesempatan itu dirinya mengatakan keberhasilan layanan pertanahan elektronik harus didukung oleh peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) selaku mitra.

“Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis kesepahaman dalam rangka penguatan peran MPPD dalam menjalankan fungsinya membina dan mengawasi kepatuhan PPAT," ujarnya.

Ketua Pengurus Wilayah I PPAT Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyu Jatmikowati mengatakan kurang lebih 108 anggota Majelis Pembina dan Pengawas PPAT Daerah (MPPD) dilantik dan diambil sumpahnya.

Ia menyampaikan bahwa sinergi yang terus terbangun antara IPPAT dengan BPN Jawa Timur telah menjadi semangat dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan memberikan semangat untuk terus memperbaiki diri.

“Kami akan selalu terbuka, siap dan semangat untuk menyesuaikan apa yang menjadi kebijakan di BPN. Karena bagi kami, layanan untuk masyarakat juga merupakan prioritas utama," katanya.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026