Gresik, Jawa Timur (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik berupaya melestarikan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Ujung Pangkah melalui gerakan penanaman 2.000 bibit mangrove sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
“Kami ingin hadir memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar terutama para nelayan yang sangat bergantung pada kesehatan ekosistem pesisir,” kata Area Manajer Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi di Surabaya, Senin.
Penanaman ini melibatkan kelompok Pokmaswas Muara Solo, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gresik, serta Pemerintah Desa Pangkah Wetan dan perwakilan Kementerian Kelautan.
Operation Head Bitumen Plant Gresik Indra Gunawan menuturkan penanaman mangrove merupakan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan khususnya kawasan pesisir yang rentan terhadap kerusakan.
Terlebih, KEE Ujung Pangkah memiliki nilai ekologis yang tinggi lantaran mangrove di wilayah ini menjadi pelindung alami dari abrasi, penyerap karbon, dan rumah bagi berbagai fauna langka seperti lutung hitam dan burung air.
Program tersebut pun juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) khususnya poin 13 yaitu Penanganan Perubahan Iklim.
Selain poin 13, langkah penanaman mangrove juga untuk memenuhi poin 14 yaitu Ekosistem Laut dan poin 15 yaitu Ekosistem Daratan dengan fokus pada pelestarian lingkungan dan penguatan masyarakat pesisir.
"Terima kasih Pertamina Bitumen Plant Gresik yang telah menanam mangrove di wilayah kami sejak 2022 dan semoga tidak selesai di tahun ini saja tetapi bisa berkelanjutan,” kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gresik Asmaun.
