Surabaya (ANTARA) - Anggota Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Yona Bagus Widyatmoko menyoroti tentang pengelolaan Kebun Raya Mangrove di wilayah setempat yang dinilai belum optimal menyusul lokasi tersebut merupakan salah satu tujuan wisata saat libur akhir tahun.
Ia mengatakan, untuk dapat masuk Kebun Raya Mangrove, pengunjung perlu mengeluarkan uang sebesar Rp15.000 untuk tiket orang dewasa dan gratis untuk anak-anak serta parkir sepeda motor Rp5.000 dan untuk mobil Rp10.000.
"Salah satu masalah krusial yang kerap dikeluhkan pengunjung adalah minimnya akses transportasi umum menuju kawasan wisata mangrove. Lokasi yang tersebar di Wonorejo, Gunung Anyar, dan Medokan Sawah memaksa pengunjung untuk mengandalkan kendaraan pribadi atau transportasi dalam jaringan," ujarnya di Surabaya, Senin.
Ia menilai sektor pariwisata Kota Surabaya, termasuk wisata mangrove, "berjalan di tempat tanpa terobosan berarti" di tengah tekanan fiskal yang semakin berat.
Dalam konteks Kebun Binatang Surabaya yang hingga kini belum memiliki direktur utama definitif, ia mengkritik pola pengelolaan setengah hati yang juga terlihat di berbagai aset wisata lainnya.
"Dana dari pusat turun berkurang, APBD tertekan. Kalau pariwisata tetap dikelola tanpa visi dan keberanian berinovasi, jangan heran kalau PAD stagnan," ujarnya.
Kritik serupa juga ditujukan ke wisata mangrove yang meskipun disebut sebagai satu-satunya kebun raya mangrove di Indonesia, namun kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih minim.
Hingga pertengahan 2024, rata-rata pengunjung Kebun Raya Mangrove hanya mencapai enam ribu orang per bulan.
"Angka ini jauh dari potensi sebenarnya mengingat Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai jutaan jiwa," ujarnya.
Sebelumnya, salah satu warga Shinta mengeluhkan akses untuk ke lokasi wisata tersebut karena masih belum terjamah oleh sarana transportasi publik.
"Selain itu papan nama yang menunjukkan lokasi tersebut juga belum banyak ditemukan sehingga harus menggunakan aplikasi supaya bisa sampai di lokasi," katanya.
