Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyatakan perlunya pengawasan operasional keselamatan perahu penyeberangan sungai yang menjadi penghubung antara Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik di Jawa Timur.
"Perahu itu memiliki batas stabilitas. Kalau kelebihan kapasitas atau posisi penumpangnya tidak seimbang, sangat rawan terbalik. Karena itu, perlu ada pengawasan serius dari pemerintah," ujar Bambang Haryo saat meninjau langsung lokasi perahu penyeberangan di Balongbendo, Sidoarjo, Rabu.
Ia mengingatkan bahwa alat keselamatan seperti jaket pelampung harus tersedia di atas perahu yang bertujuan agar bisa langsung digunakan penumpang pada saat terjadi keadaan darurat di tengah sungai.
"Alat keselamatan itu harus disediakan di atas perahu bukan di darat. Jadi pada saat mereka menyeberang, bisa langsung memakai jaket keselamatan," katanya.
Bambang Haryo juga merespons usulan pembangunan jembatan permanen dari pemerintah desa dan kecamatan setempat. Menurutnya, pembangunan jembatan perlu mempertimbangkan alur sungai yang masih dimanfaatkan sebagai jalur transportasi air.
"Kalau pembangunan jembatan dilakukan, jangan sampai menghambat alur sungai. Karena transportasi air ini jauh lebih efisien, tidak merusak jalan, dan tidak menyebabkan kemacetan seperti transportasi darat," tuturnya.
Ia mengatakan, bahwa Sidoarjo memiliki potensi besar dalam pengembangan transportasi sungai, mengingat terdapat 48 sungai primer dan sekunder di kabupaten setempat.
"Sidoarjo ini kabupaten sungai. Ada 48 sungai primer dan sekunder, belum termasuk yang tersier. Jadi transportasi air seharusnya bisa dimaksimalkan oleh masyarakat," ujarnya.
Bambang Haryo menegaskan akan menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembangunan jembatan kepada Bupati Sidoarjo, dengan catatan tetap menjaga kelancaran transportasi air yang ada.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026