Surabaya - Mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, Stivan Tanu Widjojo, menciptakan permainan kartu wayang untuk mengenalkan tontonan tradisional itu kepada anak muda (12-22 tahun). "Saya ciptakan permainan kartu wayang untuk memenuhi budaya anak muda sekarang yang suka serba instan, waktu pendek, dan tidak menguasai Bahasa Jawa," katanya kepada ANTARA di kampus setempat, Rabu. Menjelang wisuda 883 wisudawan pada 3-4 Agustus mendatang, pria asal Surabaya itu menjelaskan pihaknya memilih cara untuk menyiasati anak muda sekarang dengan menciptakan permainan kartu wayang sebagai tugas akhir (TA). "Mahasiswa ITS sudah pernah menciptakan permainan kartu serupa, tapi dia menggunakan sistem 'perang-perangan' yang digunakan dalam permainan 'Yu-Gi-Oh', tapi saya menciptakan sistem permainan 'perang' baru," katanya. Peraih IPK 3,53 itu menargetkan permainan kartu wayang yang diciptakan itu akan membuat anak muda lebih mengenal budaya bangsa dengan cara yang cocok dengan zamannya. "Saya ingin mengenalkan kepada teman-teman muda bahwa wayang itu bukan sekadar mengandung unsur seni, tapi di dalamnya ada unsur filosofi yang dapat menjadi media pembelajaran untuk kehidupan," katanya. Mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2008 itu mengatakan permainan dimulai dengan empat jenis kartu yakni kartu karakter, kartu pasukan, kartu gerakan, dan kartu hari. "Awalnya, pemain mengambil salah satu dari 10 kartu karakter yang mewakili Bhishma, Yudhistira, Karna, Arjuno, Bhima, dan sebagainya, lalu mengambil satu dari puluhan kartu gerakan," katanya. Di dalam kartu gerakan itulah, katanya, pemain dapat melakukan gerakan sesuai dengan perintah yang tertulis di dalam kartu itu. "Untuk kartu pasukan dan kartu hari hanya dibutuhkan sebagai pendukung kartu karakter," katanya. Dari kartu karakter itulah, anak muda mengenal tokoh wayang. "Pengenalan itu pun hanya saya ambil sepotong dari Kisah Bharata Yudha yang berasal dari India tapi sudah mengandung nilai-nilai Indonesia," katanya. Dalam kesempatan itu, Stivan didampingi tiga dari 136 wisudawan S1 "cumlaude" lainnya yakni Chrisensiani (Arsitektur), Johannes Christian Sudarto (Teknik Informatika), dan Lidwina Stephani Bulan (Teknik Informatika). Chrisensiani (Arsitektur) merancang Fasilitas Wisata Edukasi Astronomi di Dataran Dieng (Jateng), sedangkan Johannes Christian Sudarto (Teknik Informatika) merancang aplikasi pencarian restoran berbasis Android, lalu Lidwina Stephani Bulan (Teknik Informatika) merancang aplikasi menu makanan. "Aplikasi menu makanan yang saya rancang masih berbentuk master, tapi saya sudah mencoba untuk teman-teman. Aplikasi itu memberi panduan menu makanan selama seminggu untuk orang yang berpotensi hipertensi, kolesterol, diabet, jantung, dan asam urat," katanya. (*)
Berita Terkait
Mahasiswa PCU Surabaya olah pepaya jadi wine bernilai ekonomis
14 Maret 2025 15:38
10 mahasiswa Surabaya lolos "IISMA Co-Funding 2024" Kemendikbudristek
29 Mei 2024 20:37
SBM PCU gelar "CEO Talk" matangkan detail bisnis bagi mahasiswa
21 Mei 2024 21:37
Puluhan mahasiswa PCU Surabaya membuat pohon Natal berbahan plastik
13 Desember 2023 20:12
Aplikasi "game" ciptaan mahasiswa Surabaya raih dana inkubasi Rp140 Juta
15 Agustus 2023 19:52
Mahasiswa UK Petra Surabaya kreasikan sarung jadi rok bermotif batik
6 Maret 2023 20:04
Kisahkan budaya toleransi di Surabaya, mahasiswa UK Petra raih juara internasional
12 Januari 2022 11:05
Mahasiswa asing belajar sosiopreneur melalui "SuraBali Summer Program"
3 Agustus 2019 17:13
