Johannesburg (ANTARA/AFP) - Rekor lemparan terbaik sejauh 69,35 meter bulan lalu menunjukkan bahwa atlet asal Afrika Selatan Sunette Viljoen akan mampu menjadi atlet puteri pertama Afrika yang meraih emas Olimpiade pada nomor lempar lembing. Eropa selalu mendominasi kejuaraan ini sejak olahraga ini diperkenalkan pada 1932, dengan selalu menjadi juara pertama sebanyak 15 kali, sementara Kuba mengumpulkan dua medali emas dan AS satu emas melalui Babe Didrikson 80 tahun lalu. Didrikson menang dengan jarak lemparan 43,68 meter dan kejuaraan itu sudah sangat lama sejak rekor dunia baru dengan jarak lemparan 72,28 meter dipecahkan oleh atlet Ceko Barbora Spotakova di kota Stuttgart Jerman empat tahun lalu. Spotakova menempati urutan kedua setelah Viljoen (28) ketika mereka bertemu di Liga Diamond New York, Juni, dan terus membanggakan Afrika Selatan dengan tetap melaju di tengan persaingan ketat menuju Olimpiade London. Keduanya tidak menjadi juara dalam Liga Diamond London minggu lalu dengan Spotakova (64.19) pada peringkat kedua dan Viljoen (63.33) pada peringkat keempat, sedangkan Katherine Sayers (66.17) menjadi atlet Ingrris yang menang dalam kejuaraan itu dengan rekor lemparan terbaiknya. Viljoen memilih untuk melupakan penampilan buruknya di London dan mengingat kembali masa jayanya di belahan lain Atlantik (Afrika) untuk membangkitkan kepercayaannya bahwa ia mampu meraih medali emas. "Ini merupakan perasaan yang luar biasa. Wow! Rekor lemparan terbaik di dunia ditambah dengan rekor Afrika Selatan, Afrika, dan Persemakmuran. Ini adalah suatu pencapaian dan saya sangat bangga karena saya telah bekerja sangat keras untuk itu," kata Viljoen. "Saya masih bisa mencapai beberapa meter lagi. Anda akan selalu merasa gugup sebagai atlet Olimpiade, tetapi saya sudah mempersiapkan semuanya jadi tidak ada yang harus ditakutkan," kata perempuan yang juga bermain kriket untuk negaranya sejak berumur 15 tahun. Wartawan Afrika Selatan percaya bahwa Viljoen, pelari puteri 800m Caster Semenya, dan pelari 400m gawang LJ van Zyl sebagai atlet yang diunggulkan menyumbang medali dari tim atletik. Meskipun yang menjadi sorotan utama adalah Semenya, juara dunia lari 800m dan peraih medali perak yang membuatnya lolos pada debut pertamanya di Olimpiade London, serta pelari 400m yang kedua kakinya diamputasi Oscar Pistorius, Viljoen tetap rendah hati. Ia tinggal dalam rumah kecil bersama kedua orangtuanya, saudara perempuan, dan anak laki-lakinya Henre (8) di barat laut kota tambang Rustenburg yang bisa ditempuh selama beberapa jam melalui perjalanan darat dari Johannesburg. Tinggal di sana membuat Sunette jauh dari sorotan media dan membuat latihannya tiap minggu bersama pelatih Terseus Liebenburg di kota pelajar Potchefstroom tidak terganggu. Pelatih yang mengantar Marius Corbett meraih gelar juara dunia nomor lempar lembing pada 1997 tidak menunjukkan belas kasihannya dengan memerintahkan Viljoen untuk melakukan lari gawang guna meningkatkan kekuatan sebelum akhirnya membawa Viljoen ke ruang angkat bebaN.(*)
Berita Terkait
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
