Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Petugas gabungan menggelar pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp-check) armada angkutan Lebaran di Terminal Gayatri Tulungagung, Jawa Timur, Senin.
Dari kegiatan itu, satu sopir diketahui mengonsumsi obat mengandung amfetamin, namun bukan termasuk narkotika.
Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Tulungagung Ipda Gerry Permana, mengatakan pemeriksaan dilakukan bersama personel Dinas Perhubungan Tulungagung, Terminal Gayatri, Jasa Raharja, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung.
Sasaran pemeriksaan mencakup bus antar-kota dalam provinsi (AKDP) dan antar-kota antar-provinsi (AKAP), termasuk sopir dan kernet yang melintas maupun berhenti di Terminal Gayatri.
"Ramp-check dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa angkutan umum selama mudik Idul Fitri 2025," kata Gerry.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 13 unit bus diperiksa kelayakan jalan oleh petugas, mulai dari kondisi fisik kendaraan hingga kelengkapan administrasi. Hasilnya, seluruh kendaraan dinyatakan layak beroperasi.
Selain itu, petugas BNNK Tulungagung melakukan tes urin terhadap 26 sopir dan kernet.
Satu sopir dinyatakan positif amfetamin, namun setelah ditelusuri, kandungan tersebut berasal dari obat stroke yang dikonsumsi secara medis.
"Tidak ada temuan penggunaan narkoba atau obat terlarang dalam tes urin. Sopir tersebut mengonsumsi obat sesuai resep," ujar Gerry.
Kepala Terminal Gayatri Tulungagung Yono menambahkan pada hari biasa, terdapat sekitar 150 unit bus AKDP dan 20 unit bus AKAP yang datang maupun berangkat dari terminal tersebut.
Jumlah itu diprediksi meningkat menjadi lebih dari 250 unit saat arus mudik dan balik Lebaran.
"Peningkatan signifikan terjadi setiap musim libur hari besar, termasuk Idul Fitri tahun ini," kata Yono.