Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Suyoto berharap penyertaan modal sebesar Rp72,4 miliar untuk keperluan penawaran saham perdana ke publik (Initial Public Offering/IPO) Bank Jatim dapat memberikan keuntungan dan menambah pendapatan asli daerah. "Tidak hanya itu, dengan penyertaan modal, suara Bojonegoro akan lebih didengar dalam menentukan kebijakan di Bank Jatim karena prosentase sahamnya tergolong besar," kata Suyoto usai rapat paripurna DPRD Bojonegoro, Minggu. Ia menyebutkan, penyertaan modal dari Pemkab Bojonegoro ke Bank Jatim merupakan yang terbesar ketiga setelah Pemprov Jatim yang mencapai sekitar Rp300 miliar dan Kabupaten Sidoarjo. "Keuntungan yang diperoleh daerah dari penyertaan saham bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan daerah," ujarnya. Ia menjelaskan, kebijakan menaikkan besarnya penyertaan modal pada IPO Bank Jatim, tidak sesuai dengan aturan yang tercantum peraturan daerah. "Sesuai otonomi daerah, kebijakan yang diambil prinsipnya menguntungkan masyarakat," tegasnya. Di antara kebijakan yang diambil sebagaimana yang dibahas DPRD setempat, penyertaan modal di Bank Jatim pada APBD tahun anggaran 2011 yang seharusnya Rp19 miliar, tapi pemkab menaikkan menjadi Rp24 miliar. Suyoto membantah kenaikan anggaran itu karena ada bonus bagi pejabat dalam penyertaan saham IPO. "Pemikiran naif kalau ada yang beranggapan penyertaan saham ke Bank Jatim, karena ada bonus bagi pejabat," katanya. Menurut dia, penyertaan modal itu dilakukan secara transparan dan diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sehingga salah besar kalau muncul anggapan ada bagi-bagi bonus. (*)
