Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Garut Sunu Wibowo, mengimbau agar pelaksanaan wisuda atau purnawiyata bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilakukan secara sederhana di sekolah, tidak di hotel seperti sebelumnya.
"Terkait purnawiyata yang biasa dilakukan di hotel, kita harus lebih sederhana. Sebaiknya dilakukan di sekolah masing-masing," ujar Bupati.
Ia menekankan pentingnya menyesuaikan acara dengan kondisi ekonomi masyarakat agar tidak menjadi beban bagi orang tua atau wali murid.
Ia telah meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung untuk menindaklanjuti kebijakan ini, agar pelaksanaan wisuda tetap berlangsung namun dengan konsep yang lebih efisien dan tidak membebani wali murid.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Puspita Rahadi, menyatakan bahwa wisuda bagi siswa SD dan SMP tetap diperbolehkan, namun harus dilakukan dengan konsep yang sederhana, inovatif, dan kreatif.
"Boleh saja, tetapi tidak berlebihan. Wisuda ini sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan siswa, namun tetap harus sesuai dengan prinsip kesederhanaan," ujar Puspita.
Konsep sederhana yang dimaksud adalah pelaksanaan wisuda cukup dengan mengenakan seragam sekolah tanpa perlu menggunakan kostum khusus yang berlebihan. Sementara itu, unsur inovatif dan kreatif dapat diwujudkan dengan menampilkan potensi serta bakat siswa dalam acara tersebut.
"Yang terpenting, jangan sampai wisuda membebani wali murid," tegasnya.
Dengan kebijakan ini, Bupati berharap wisuda dapat tetap menjadi momen berharga bagi siswa tanpa menambah beban finansial bagi orang tua.
Selain itu, ia berharap kegiatan ini dapat semakin memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Bupati Tulungagung imbau wisuda SD-SMP tidak di hotel
Selasa, 11 Maret 2025 22:45 WIB
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo (tengah) menjawab pertanyaan wartawan di pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Tulungagung, Selasa (11/3/2025) (ANTARA/HO - Joko Pramono)
