Pasuruan - Para siswa Kelas 8 SMP Ciputra Surabaya saling berbagi dengan siswa SDN Kertosari 1 dan 2, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu. Koordinator Guru Kelas 8 SMP Ciputra Surabaya, Thomas Armadi menjelaskan, kegiatan yang dilakukan para siswa Kelas 8 SMP Ciputra Surabaya merupakan program pelayanan masyarakat (community service) yang wajib dilakukan bagi setiap siswa. Disebutkan, kegiatan utama pelayanan masyarakat para siswa kelas 8 SMP Ciputra Surabaya adalah membantu perpustakaan, mulai men-setting buku, daftar serta sistem peminjaman buku di perpustakaan sekolah. Sementara bagi siswa yang lainnya melakukan kegiatan mengajar berbagai disiplin ilmu dengan metode "fun game" sehingga antara siswa SMP Ciputra maupun siswa SDN Kertosari bisa saling belajar dengan kondisi yang saling berbeda. Tohmas Armadi menjelaskan, pemilihan SDN Kertosari 1 dan 2 sebagai tempat praktik pelayanan masyarakat karena para siswa SMP Ciputra Surabaya secara rutin telah melakukan "camping" di hutan wisata Gunung Baung di Desa Kertosari. Thomas mengakui selama ini pelayanan masyakarat para siswa SMP Ciputra dilakukan di dalam Kota Surabaya. Namun mulai tahun ini pengelola hutan Wisata Gunung Baung, Herman memfasilitasi untuk saling berbagi antara sekolah maju dengan siswa sekolah terdekat Gunung Baung yang fasilitasnya masih sangat terbatas. Thomas mengungkapkan, SMP Ciputra Surabaya secara rutin selalu melakukan kegiatan "camping" di alam terbuka. Untuk siswa Kelas 7 "camping" dilaksanakan di Kasembon Malang, siswa Kelas 8 di hutan wisata Gunung Baung Pasuruan dan siswa Kelas 9 di Songa Probolinggo. Siswa kelas 10 di Pantai Papuma atau Karanggongso Prigi, siswa Kelas 11 di Taman Nasional Baluran dan Kelas 12 di Bali. Thomas Armadi juga mengungkapkan, kegiatan pelayanan masyarakat bagi siswa SMP Ciputra Surabaya akan dimulai dengan berpuasa selama 40 jam. Dengan berpuasa, lanjut Thomas, para siswa akan bisa merasakan akan kekurangan sesama siswa serta peduli terhadap sesama siswa yang kurang beruntung. Sebaliknya, dengan para siswa melaksanakan puasa, kata Thomas, para orang tua akan memberi imbalan uang yang kemudian dikumpulkan para siswa untuk membeli buku dan biaya keperluan lain selama melaksanakan pelayanan masyarakat. (*)
Berita Terkait
Warek II Untag Surabaya nilai teknologi chip China dorong inovasi
2 Januari 2026 18:22
Anggota DPRD Jatim salurkan bantuan biaya pendidikan
30 Desember 2025 20:47
Dindik Jatim pastikan kesiapan sekolah-siswa hadapi SNBP 2026
29 Desember 2025 14:12
Syaiful Ma'arif terpilih pimpin IKA FH Unair periode 2025-2030
28 Desember 2025 20:25
Relawan UMSURA dirikan pos kesehatan di wilayah terisolir banjir
28 Desember 2025 09:17
Majelis Dzikir PP Nurul Ummah rangkul kampus dan ormas lokal
26 Desember 2025 17:26
IAF Surabaya perkenalkan "Indonesian Sufism" lewat Campus Expo
23 Desember 2025 20:23
