Sumenep - Lima siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kalianget, Sumenep, Jawa Timur, yang sebelumnya diminta mengundurkan diri karena tuduhan mencuri ketika menjalani praktik kerja di Pasuruan beberapa waktu lalu, diperkenankan masuk kembali ke sekolahnya. "Kami sudah mengundang orang tua atau wali dari lima siswa tersebut, guna memberitahukan anak mereka dipersilakan masuk kembali ke sekolah," ujar Kepala SMKN 1 Kalianget Syaiful Rahman di Sumenep, Sabtu. Tuduhan mencuri terhadap lima siswa SMKN 1 Kalianget berinisial NR, RA, JP, FD, dan MN, muncul ketika mereka selesai menjalani praktik kerja industri di Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu (SPAT) Pandaan, Pasuruan. Versi siswa, selama praktik mereka beberapa kali kerja lembur dan saat itu sejumlah karyawan setempat memberikan makanan kecil produk perusahaan. Namun, sejumlah makanan kecil hasil pemberian karyawan tersebut tidak dimakan oleh mereka, tetapi disimpan untuk dibawa pulang ke rumahnya sebagai oleh-oleh. Ketika masa praktik selesai dan mereka akan pulang, personel satuan pengamanan perusahaan tersebut memeriksa barang bawaan, dan saat itu ditemukan sejumlah makanan kecil produk perusahaan. Temuan sejumlah makanan kecil pada barang bawaan lima siswa tersebut yang menimbulkan tuduhan mereka berusaha membawa produk perusahaan tanpa izin atau yang bukan miliknya. Kemudian, setelah melalui beberapa kali rapat internal, pimpinan SMKN 1 Kalianget meminta lima siswa tersebut mengundurkan diri dari sekolah sebagai sanksi. "Tidak usah membuka lembaran lama. Saat ini, kami telah meminta mereka yang masih ingin bersekolah di SMKN 1 Kalianget, untuk kembali masuk ke sekolah mulai Senin (21/5). Mari bersama menatap ke arah depan," kata Syaiful. Ia juga mengemukakan, pihaknya sengaja mengundang orang tua dari lima siswanya sekaligus meminta anaknya masuk kembali ke SMKN 1 Kalianget, sebagai tindak lanjut dari instruksi Bupati Sumenep A Busyro Karim. "Kami dipanggil bupati pada Jumat (18/5), dan diminta agar lima siswa tersebut jangan sampai keluar dari sekolah dengan dalih apapun," paparnya. Syaiful mengatakan, kepastian lima siswa tersebut kembali masuk ke SMKN 1 Kalianget bisa diketahui pada Senin pekan depan. "Silakan dipantau. Secara kelembagaan, kami sudah membuka pintu bagi mereka untuk kembali bersekolah di SMKN 1 Kalianget. Semoga semuanya berjalan lebih baik," ujarnya. (*)
Berita Terkait
Anggota DPRD Jatim salurkan bantuan biaya pendidikan
30 Desember 2025 20:47
Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo tetap dipantau selama libur
29 Desember 2025 22:35
Dindik Jatim pastikan kesiapan sekolah-siswa hadapi SNBP 2026
29 Desember 2025 14:12
Anggota DPR tinjau SRMA 21 Surabaya pastikan fasilitas siswa terpenuhi
27 Desember 2025 20:43
Program Gemar di Bondowoso momentum haru perjumpaan ayah dan anak
19 Desember 2025 21:00
Khofifah dorong siswa Jawa Timur jadi pencipta teknologi
15 Desember 2025 09:11
BMH Jatim galang donasi untuk bencana Sumatra lewat SedulurRun 2025
14 Desember 2025 08:17
Pemprov Jatim salurkan bantuan pendidikan bagi 48.077 siswa
11 Desember 2025 17:45
