Madiun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, akan memberikan bantuan kepada sejumlah warga yang menjadi korban bentrokan antarperguruan pencak silat yang terjadi di Desa Prambon, Kecamatan Dagangan pada Minggu (13/5). "Bantuan tersebut digunakan untuk perbaikan rumah. Besarannya disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah warga," ujar Wakil Bupati Madiun Iswanto di Madiun, Rabu. Menurut dia, data terakhir jumlah kerusakan dan korban versi pemerintah, tercatat sebanyak 13 rumah warga rusak, satu unit sepeda motor milik anggota polisi yang sedang bertugas dilaporkan rusak, dua sepeda motor milik warga rusak parah, dan tiga orang mengalami luka cukup serius. Selain memberikan bantuan, sejumlah pejabat Pemkab Madiun, kepolisian, dan TNI juga melakukan pendekatan dan dialog kepada tokoh masyarakat dan warga desa setempat untuk mencegah bentrokan serupa di masa yang akan datang. Kedua kubu perguruan pencak silat juga telah diminta menandatangani nota perdamaian yang disaksikan oleh perwakilan dari TNI, Polri, Camat, Kepala Desa, dan tokoh masyarakat desa setempat. Sebelumnya, bentrokan terjadi antara anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan PSH Tunas Muda Winongo di Desa Prambon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun pada Minggu (13/5). Bentrok berawal saat rombongan PSH Terate yang pulang usai prosesi kenaikan tingkat melewati pekampungan yang banyak dihuni anggota PSH Tunas Muda Winongo. Puluhan warga setempat yang juga anggota PSH Tunas Muda Winongo berkumpul di sekitar tugu PSH Tunas Muda Winongo untuk mengantisipasi perusakan tugu yang kerap terjadi saat dilewati rombongan PSH Terate. Petugas kepolisian sudah melarang agar rombongan anggota pencak silat ini tidak melewati jalan kampung tersebut, namun masih ada yang lolos sehingga bentrok tidak bisa dicegah. Selain terjadi perkelahian, massa juga melakukan pelemparan ke rumah-rumah warga. Sementara, Kepala Desa Prambon Wilis Widayati, mengimbau kepada kedua perwakilan perguruan pencak silat ikut bertanggung jawab terkait kerusakan rumah yang diderita warga. "Kami meminta pihak perguruan pencak silat PSHT dan PSH Tunas Muda Winongo ikut bertanggung jawab dan memberikan ganti rugi kepada warga," tukasnya. Pihaknya sangat menyayangkan peristiwa tersebut yang kerap terjadi saat kedua kubu anggota perguruan pencak silat bertemu. Diduga, motif bentrokan tersebut dipicu oleh perseteruan antara kedua perguruan pencak silat yang sudah lama berlangsung. (*)
Berita Terkait
Antara Natal, tahun baru, dan kebersamaan di saat sulit
25 Desember 2025 15:14
Dewas ANTARA harap kinerja Biro Jatim terus tumbuh
17 Desember 2025 19:30
ANTARA terima penghargaan peran penyebaran informasi Kumham Imipas
17 Desember 2025 13:59
Konjen RRT-ANTARA Jatim masifkan penyebaran informasi positif dua negara
16 Desember 2025 19:45
DPR nilai pemberitaan ANTARA masih menjadi tolok ukur
16 Desember 2025 19:02
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim: ANTARA miliki karakter yang berbeda
16 Desember 2025 18:16
Ketua Dewas ANTARA: Kantor berita bertanggung jawab tangkal hoaks
16 Desember 2025 18:00
Kadis Kominfo Jatim apresiasi peran ANTARA jaga kualitas informasi
16 Desember 2025 17:02
