Malang - Malang Nasional Maraton (MNM) yang digelar setiap tahun sebagai rangkaian dari HUT Kota Malang akan dikembalikan menjadi Malang International Maraton (MIM) pada tahun depan. Ketua Panitia Pelaksana MNM Sofwan, Selasa, mengemukakan, untuk meningkatkan status MNM menjadi MIM tersebut sudah ada "lampu hijau" dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, PB PASI maupun Pemprov Jatim. "Kami berharap tahun depan gelaran lari maraton ini sudah naik status menjadi MIM lagi seperti beberapa tahun silam. MIM digelar terakhir pada tahun 1996 dan setelah itu menjadi MNM karena keterbatasan anggaran," katanya. Untuk menggelar maraton skala internasional, katanya, panitia harus bertanggung jawab terhadap seluruh kebutuhan dan akomodasi para pelari dunia, termasuk jaminan kontraknya. Karena proses pelaksanaannya yang rumit itulah, lanjut Sofwan, dalam beberapa tahun terakhir maraton internasional tersebut "turun kasta" menjadi maraton nasional. "Kalau untuk hadiah sih tidak terlalu jauh bedanya dengan yang berskala nasional, tapi prosesnya dan tanggung jawabnya yang sangat besar pada pelari internasional inilah yang membuat kami berpikir ulang. Mudah-mudahan saja tahun depan sudah kembali menjadi MIM," tegasnya. Selama penyelenggaraan MIM, rekor tercepat dicatat oleh Suyono, yakni 2:24:48 (1995). Untuk pelari putri ditorehkan oleh Ruwiyati dengan catatan waktu 2:46:48 (1995). Menyinggung penyelenggaraan MNM 2012, Sofwan mengatakan, ada beberapa pelari nasional yang sudah memastikan diri akan berlaga di ajang ini, termasuk untuk lari 10 K. Jumlah peserta secara keseluruhan ditargetkan sebanyak 13 ribu, dengan rincian 3 ribu peserta umum (maraton dan 10 K) dan 10 ribu lainnya dari kalangan pelajar SMP dan SMA di lingkungan Dindik setempat. Hadiah total yang disediakan panitia pada tahun ini mengalami kenaikan cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Tahun ini hadiah yang disediakan sebesar Rp150 juta dan tahun lalu hanya Rp60 juta. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026