Malang - Agenda tahunan Malang Nasional Marathon (MNM) sebagai rangkaian dari HUT ke-98 Kota Malang tahun ini digelar kembali setelah beberapa tahun terakhir vakum karena keterbatasan anggaran.
Wakil Ketua II MNM Bambang DH Suyono, Kamis, memastikan jika tahun ini MNM dan lomba lari 10 K digelar kembali dan panitia sudah menyiapkan hadiah total cukup besar, yakni sebesar Rp150 juta dan piala.
"Juara MNM putra dan putri akan mendapatkan hadiah masing-masing sebesar Rp15 juta. Yang mendapatkan hadiah uang pembinaan bukan hanya juara satu sampai tiga saja, tapi hingga juara ke-10, bahkan semua akan mendapatkan trophy serta sertifikat penghargaan," tegasnya.
Ia mengemukakan, khusus untuk peserta lomba MNM diwajibkan sudah berada di Malang dua hari sebelum hari H serta harus mendapat surat keterangan sehat dari dokter yang ditunjuk oleh panitia penyelenggara.
Sementara untuk peserta lomba lari 10 Km surat keterangan sehatnya tidak seperti marathon yang harus dari dokter yang ditunjuk panitia. Surat keterangan sehat peserta lomba lari 10 K bebas dari dokter mana saja.
"Kami berharap MNM dan lomba lari 10 K ini juga diikuti oleh pelari nasional yang selama ini juga ikut ambil bagian di ajang MNM, bahkan para pelari muda potensial," ujarnya.
Bambang menjelaskan, pendaftaran MNM dibuka mulai 5 Februari hingga 22 April 2012. Pendaftaran bisa dilakukan di sekretariat panitia (Kantor KONI) di kawasan Stadion Gajayana pintu timur pada jam kerja atau melalui situs resmi yang disediakan Pemkot Malang.
Biaya pendaftaran lomba lari marathon sebesar Rp25.000, lari 10 Km Rp15.000 dan lomba 10 Km pelajar/mahasiswa Rp10.000. Khusus pendaftar "online" dari luar Kota Malang wajib menyerahkan uang pendaftaran satu hari sebelum pelaksanaan lomba saat regristasi.
MNM dan lomba lari 10 K tersebut bakal digelar, Minggu (29/4) 2012 dengan mengambil start di Jalan Simpang Balapan dan finish di Stadion Gajayana.
Beberapa tahun silam, lomba lari marathon dalam rangkaian HUT Kota Malang tersebut tidak hanya diikuti oleh pelari nasional saja, tapi juga internasional. Namun, karena keterbatasan anggaran akhirnya turun kelas menjadi MNM.
Bahkan, dalam tiga tahun terakhir ini tidak digelar karena tidak ada dana, baik untuk hadiah maupun operasional penyelenggaraan.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.