Malang (Antara Jatim) - Para pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang, Jawa Timur, enggan pindah ke lokasi Malang Night Market karena harga standnya terlalu mahal, yakni Rp3 juta hingga Rp4 juta. "Waktu sosialisasi Alun-alun akan dibangun, para pedagang kaki lima (PKL) memang akan ditempatkan di lokasi terpadu, yakni Malang Night Market (MNM) dan stand untuk PKL ini diberikan secara gratis, namun faktanya dijual dengan harga sangat mahal," kata salah seorang PKL Alun-alun Merdeka, Inayah, Rabu. Ia mengaku para PKL mau dipindahkan jika stand di MNM yang berlokasi di Jalan Kyai Tamin tersebut digratiskan atau harganya bisa dijangkau. Karena harganya sangat mahal, PKL memilih tetap berjualan di kawasan alun-alun, apalagi dulu katanya gratis. Selain harga stand yang sangat mahal, katanya, lokasi MNM juga kurang strategis, apalagi berjualannya hanya pada malam hari, pengunjung sangat sedikit, bahkan bisa dibilang sepi pembeli. Padahal, meski ramai atau sepi pembeli, PKL diwajibkan tetap membayar sebesar Rp30 ribu setiap hari untuk tenda dan kebersihan. Aturan tersebut, lanjutnya, sangat memberatkan pedagang. "Sebenarnya kami mau direlokasi, tapi harga standnya sangat mahal, sehingga membuat kami tetap bertahan di alun-alun, apalagi dulu katanya gratis, pas kita sudah pindah dan akan menempati stand kok disuruh membayar jutaan rupiah , ya jelas kami menolak," tegasnya. Para PKL yang selama ini berjualan di kawasan Alun-alun Merdeka disterilkan dari lokasi itu karena kawasan tersebut akan direvilitalisasi dengan dana CSR dari BRI sebesar Rp5,9 miliar. Selain PKL, area parkir di kawasan itu juga dibersihkan dan dipindahkan ke area Kantor Pos Besar Malang. Sebelumnya kawasan Alun-alun Merdeka tesrebut sudah disterilkan dari PKL dan area parkir pada peletakan batu pertama renovasi (8/12), namun PKL kembali lagi ke area tersebut karena di lokasi reloaksi sepi pembeli dan mereka juga tidak mampu membeli stand seharga Rp3 juta hingag Rp4 juta. Pembangunan (renovasi) Alun-alun Merdeka ditargetkan tuntas pada April 2015 dan dilengkapi berbagai fasilitas, teramsuk taman bermain anak-anak yang bakal digratiskan.(*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026